Menurut laporan AI Index 2026 yang dirilis Human-Centered AI Institute (HAI) Universitas Stanford pada tanggal 13 April 2026 (waktu setempat), Korea mencatat 14,31 paten AI per 100 ribu penduduk pada tahun 2024, tertinggi di dunia. (iClickArt) *Reproduksi dan pendistribusian ulang foto di atas secara tidak sah dilarang berdasarkan undang-undang hak cipta.
Penulis: Koh Hyunjeong
Korea menempati peringkat pertama dunia dalam jumlah paten kecerdasan buatan (AI) per kapita. Korea juga berada di posisi ketiga dalam jumlah model AI terkemuka secara global.
Menurut laporan AI Index 2026 yang dirilis Human-Centered AI Institute (HAI) Universitas Stanford pada tanggal 13 April 2026 (waktu setempat), Korea mencatat 14,31 paten AI per 100 ribu penduduk pada tahun 2024, tertinggi di dunia.
Angka tersebut jauh melampaui Luksemburg (12,25 paten), Tiongkok (6,95 paten), Amerika Serikat (4,68 paten), dan Jepang (4,3 paten).
Dari sisi total paten, Tiongkok memimpin dengan pangsa 74,24%, diikuti Amerika Serikat sebesar 12,06%. Namun, dalam kepadatan inovasi berbasis populasi, Korea menempati posisi teratas.
Dari sisi capaian teknologi, Korea memiliki lima model AI terkemuka yang dirilis pada tahun 2025 sehingga berada di peringkat ketiga dunia setelah Amerika Serikat (50 model) dan Tiongkok (30 model).
Tingkat penggunaan AI generatif di Korea juga meningkat pesat, dari 25,9% pada paruh pertama tahun 2025 menjadi 30,7% pada paruh kedua tahun 2025, naik 4,8 poin persentase—kenaikan terbesar di antara 30 wilayah yang disurvei.
Dukungan kebijakan juga dinilai kuat. Sepanjang tahun 2016–2025, Korea mengesahkan 17 undang-undang terkait AI, tertinggi kedua di G20 setelah Amerika Serikat (25 undang-undang).
hjkoh@korea.kr