Majalah Scientific American mengumumkan bahwa pemecahan 'masalah sofa bergerak' oleh Baek Jineon merupakan salah satu dari 10 penemuan matematika terbesar tahun 2025. (KIAS)
Penulis: Lee Jihae
Seorang matematikawan Korea berhasil menyelesaikan masalah matematika yang tidak terpecahkan selama hampir 60 tahun.
Majalah Scientific American mengumumkan pada tanggal 19 Desember 2025 bahwa pemecahan 'masalah sofa bergerak' oleh Baek Jineon merupakan salah satu dari 10 penemuan matematika terbesar tahun 2025. Baek saat ini sedang menempuh pascadoktoral di Universitas Yonsei.
Soal matematika ini pertama kali dirumuskan secara formal oleh matematikawan Leo Moser pada tahun 1966. Soal tersebut merupakan upaya memanuver sbuah bentuk kaku seperti 'sofa' untuk berbelok pada sudut siku-siku di sebuah lorong. Baik sofa maupun lorong tersebut bersifat dua dimensi dan sofa tersebut hanya bisa digeser.
Matematikawan asal Amerika Serikat bernama Joseph L. Gerver memperkenalkan mahakarya pada tahun 1992 yang diketahui sebagai 'sofa terbesar yang mungkin bergerak'. Ia menyatukan 18 kurva berbeda untuk membuat desain dan luas hasil karyanya mencapai 2,2195 satuan.
Akan tetapi, tidak ada seorang pun yang berhasil membuktikan ukuran maksimum 'sofa' tersebut setelah penemuan Gerver.
Baek melakukan penelitian untuk memecahkan soal tersebut selama tujuh tahun dengan menggunakan ilmu matematika murni, geometri, dan program komputer.
Baek menulis disertasi doktoralnya tentang 'masalah sofa bergerak' dan menyumbangkan sejumlah pemahaman tambahan secara bertahap.
Ia pun merangkai seluruh gagasan barunya menjadi sebuah jurnal yang membuktikan bahwa tidak ada sofa yang lebih besar daripada 'sofa Gerver' yang dapat melewati lorong tersebut.
Hasil penelitian Baek tidak hanya akan bisa digunakan dalam bidang matematika saja, tetapi juga untuk mencari jalur robot swakemudi dan pembangunan ruang sempit dengan furnitur di dalamnya.
jihlee08@korea.kr