Badan Kekayaan Intelektual Korea (KIPO) mengungkapkan pada tanggal 28 Agustus 2024 bahwa Seoul, Daejeon, Busan, dan Daegu terpilih dalam 100 Klaster Sains dan Teknologi Teratas oleh Organisasi Hak atas Kekayaan Intelektual Dunia (WIPO) selama empat tahun berturut-turut. Foto di atas menunjukkan pemandangan kota Seoul dari Gunung Namsan. (Yonhap News)
Penulis: Yoo Yeon Gyeong
Badan Kekayaan Intelektual Korea (KIPO) mengungkapkan pada tanggal 28 Agustus 2024 bahwa Seoul, Daejeon, Busan, dan Daegu terpilih dalam 100 Klaster Sains dan Teknologi Teratas oleh Organisasi Hak atas Kekayaan Intelektual Dunia (WIPO) selama empat tahun berturut-turut.
100 Klaster Sains dan Teknologi Teratas diberi peringkat berdasarkan wilayah dengan kepadatan penemu dan penulis yang tinggi dengan menganalisis ukuran permohonan paten internasional dan data jurnal tingkat Science Citation Index Expanded (SCIE) selama lima tahun terakhir.
Korea sedang melakukan upaya untuk membangun ekosistem inovasi yang intensif.
Klaster Seoul terpilih sebagai salah satu dari lima klaster teratas (peringkat keempat) selama empat tahun berturut-turut dengan membuktikan statusnya sebagai pusat inovasi global.
Daejeon yang merupakan sebuah kota yang berpusat pada sains juga terpilih dalam 20 klaster teratas (peringkat ke-17) selama tiga tahun berturut-turut. Secara khusus, Daejeon menduduki peringkat ketujuh di dunia berdasarkan pangsa permohonan paten serta jurnal sains per juta orang.
Busan dan Daegu juga terpilih dalam 100 Klaster Sains dan Teknologi Teratas tahun 2024. Busan menempati peringkat ke-81 dan Daegu menduduki ke-88.
Tiongkok memiliki klaster terbanyak dalam daftar tersebut dengan 26 klaster, diikuti oleh Amerika Serikat (20 klaster) dan Jerman (8 klaster).
Direktur Biro Perlindungan dan Kerja sama Properti Industri di Badan Kekayaan Intelektual Korea Jeong In-sik mengatakan, "Badan Kekayaan Intelektual Korea akan mendukung perusahaan di klaster Korea serta komunitas akademis dan penelitian agar mereka lebih mengembangkan kapasitas inovasi mereka dengan menggunakan kekuatan mereka dan menjadi unggul dalam persaingan global."
dusrud21@korea.kr