Penulis: Wartawan Kehormatan Hanum Nur Aprilia dari Indonesia
Foto: Hanum Nur Aprilia
Jejak penting sastra modern Korea hingga kini masih dapat dirasakan di sebuah desa pegunungan bernama Sille yang terletak di Provinsi Gangwon.
Lingkungan alam yang tertutup perbukitan serta kehidupan masyarakat yang sederhana menjadikan desa ini sebagai latar cerita dan ruang hidup yang membentuk karya-karya Kim You Jeong (1908-1937), salah satu sastrawan paling berpengaruh di Korea.
Terletak di kawasan pegunungan Gangwon, Sille merupakan desa kecil yang menjadi titik balik kehidupan Kim You Jeong. Menyusuri Desa Sastra Kim You Jeong berarti menelusuri asal-usul cerita dan pengalaman hidup sederhana yang melahirkan karya-karya penting dalam sastra modern Korea.
Kepulangan Kim ke Sille pada 1930 terjadi setelah serangkaian kesulitan hidup di Seoul. Masalah kesehatan memaksanya meninggalkan bangku kuliah, sementara kondisi ekonomi keluarga telah runtuh. Kepulangan tersebut pada awalnya bukan pilihan ideal, melainkan jalan terakhir untuk bertahan.
Pada masa itu, Sille berada dalam kondisi memprihatinkan akibat tekanan kolonialisme Jepang. Banyak penduduk hidup tanpa kepemilikan lahan, sementara anak-anak tidak memiliki akses pendidikan yang memadai. Namun, di balik keterbatasan tersebut, Kim menemukan daya tahan, humor, dan kehangatan dalam kehidupan masyarakat desa.
Berbagai patung dan diorama yang terinspirasi dari tokoh dan adegan dalam cerpen Kim You Jeong tersebar di area sekitar membuat sastra terasa menyatu dengan lanskap desa.
Kehidupan sehari-hari warga desa, konflik kecil antarkeluarga, serta bahasa lisan masyarakat setempat diolah menjadi cerpen dengan gaya ringan, tetapi tajam.
Karya-karya seperti Spring, Spring (1935) dan Camellia Flower (1936) menunjukkan kemampuannya menggambarkan realitas pedesaan secara manusiawi dan penuh ironi. Sepanjang hidupnya yang singkat, Kim menghasilkan sekitar 30 cerpen dengan 12 di antaranya berlatar langsung di Sille.
Kawasan Desa Sastra Kim You Jeong di Sille, Provinsi Gangwon, dibangun di atas lokasi rumah kelahirannya dan mencakup Balai Peringatan serta elemen tradisional yang dirancang untuk memperlihatkan bagaimana kehidupan desa membentuk dunia sastra Kim You Jeong.
Sebagai bentuk penghormatan atas kontribusinya terhadap sastra modern Korea, Desa Sastra Kim You Jeong didirikan di lokasi rumah kelahirannya dan dibuka untuk publik pada tahun 2002.
Kawasan ini mencakup rumah kelahiran Kim, Balai Peringatan, serta sejumlah elemen tradisional yang merepresentasikan kehidupan desa pada masanya. Rumah kelahiran yang ada saat ini merupakan hasil restorasi berdasarkan penelitian sejarah oleh keluarga dan murid-murid Kim dengan tetap mempertahankan bentuk hanok (rumah tradisional Korea).
Pengunjung dikenakan biaya masuk sebesar 2.000 won untuk menikmati area Desa Sastra Kim You Jeong. Namun, pengembangan kawasan desa sastra ini berlanjut pada tahun 2016 melalui penambahan fasilitas seperti panggung terbuka, ruang pengalaman, dan area Nangman Nuri yang dapat diakses secara gratis. Seluruh kawasan dirancang sebagai ruang edukasi sastra yang aktif dan reflektif.
Sebagai bentuk penghormatan kepada Kim You Jeong, Stasiun Sinnam diubah namanya menjadi Stasiun Gimyujeong pada 2004, menjadikannya satu-satunya stasiun kereta api di Korea yang menggunakan nama seseorang.
Kunjungan ke Desa Sastra Kim You Jeong idealnya ditutup dengan menyusuri Jalur Cerita Sille. Jalur ini merupakan rute wisata sastra yang menghubungkan lokasi-lokasi nyata yang muncul dalam cerpen Kim dengan latar kampung halamannya. Keberadaan jalur ini menegaskan posisi Sille sebagai lanskap hidup yang melahirkan karya-karya penting dalam sejarah sastra modern Korea.
margareth@korea.kr
*Artikel ini ditulis oleh Wartawan Kehormatan Korea.net. Wartawan Kehormatan merupakan komunitas masyarakat dunia yang menyukai Korea dan membagikan minat mereka terhadap Korea dalam bentuk tulisan.