Penulis: Wartawan Kehormatan Maulia Resta Mardaningtias dari Indonesia
Foto: Maulia Resta Mardaningtias
Budaya Korea telah berkembang pesat dan merambah ke berbagai bidang, salah satunya dengan hadirnya KI (kekayaan intelektual) karakter Korea. Karakter manhwa dan animasi Korea menjadi bagian dari fenomena global yang tidak hanya dinikmati melalui layar, tetapi juga cosplay (costume and play).
Kuliah budaya bertajuk "Cosplay Korea dalam Perspektif Budaya Pop" diadakan pada hari Rabu (11/02/2026) di Aula Multifungsi KCCI, Jakarta.
Pada hari Rabu (11/02/2026) Korea Cultural Center Indonesia (KCCI) menyelenggarakan kuliah budaya bertajuk "Cosplay Korea dalam Perspektif Budaya Pop."
Acara ini menghadirkan Rizky Octavianus, pendiri Machipot Cosplay Indonesia, serta Angel Rose Maria, seorang cosplayer sekaligus desainer kostum. Keduanya berbagi pengalaman mengenai perkembangan komunitas cosplay di Indonesia, dinamika cosplay Korea, serta tantangan dalam dunia pembuatan kostum.
Potret Rizky Octavianus, pendiri komunitas cosplay Machipot Cosplay Indonesia, saat sedang berbagi cerita mengenai perkembangan kekayaan intelektual karakter Korea.
Rizky Octavianus membuka acara dengan memperkenalkan dirinya dan komunitas cosplay Machipot Cosplay Indonesia. Komunitas tersebut berdiri sejak tahun 2006 dari sebuah tim cosplay.
Ia aktif sebagai cosplayer hingga tahun 2020 dan pernah menjadi pemenang favorit di ajang Gyeonggi International Cosplay Festival (GICOF) di Korea. Setelah mengikuti kompetisi tersebut, ia dipercaya menjadi pihak pengelola babak penyisihan cosplayer Indonesia yang akan berangkat ke Korea setiap tahunnya.
Potret Angel Rose Maria, seorang cosplayer dan desainer kostum, saat sedang menjelaskan mengenai cosplay di Indonesia.
Di Indonesia, cosplay terbagi dalam tiga kategori, yakni cosplay untuk hiburan, kompetisi, serta karier. Angel Rose Maria adalah salah satu contoh cosplayer yang menjadikan cosplay sebagai karier melalui bisnis bernama Angel Rose Design.
Angel memulai cosplay sejak 2008 karena ketertarikannya pada anime dan K-pop. Tujuannya mendirikan Angel Rose Design adalah untuk memfasilitasi cosplayer yang ingin memiliki kostum yang lebih akurat.
Beberapa karya kostum IP karakter Korea yang pernah dibuatnya meliputi karakter K/DA dari gim League of Legends, Igris dan Cha Hae-In dari manhwa Solo Leveling, hingga jaket G-Dragon yang dikenakan seorang model lokal saat G-Dragon konser di Indonesia.
Berbagai kostum karakter Korea yang pernah didesain oleh Angel Rose Maria antara lain adalah Cha Hae-in dari Solo Leveling, HUNTR/X dari animasi K-pop Demon Hunters, dan Igris dari Solo Leveling.
Angel mengungkapkan bahwa kostum tersulit yang pernah ia buat adalah kostum Igris dari Solo Leveling. Pengerjaan kostum tersebut memakan waktu hingga satu tahun karena rumitnya detail dan kalkulasi bahan.
Sebaliknya, kostum paling mudah adalah seragam sekolah Korea atau kostum idola K-pop yang relatif sederhana.
Potret para pembicara "Cosplay Korea dalam Perspektif Budaya Pop" saat menjawab pertanyaan para peserta melalui sesi tanya jawab.
Kompetisi cosplay internasional tahunan seperti Gyeonggi International Cosplay Festival (GICOF) yang diikuti oleh peserta dari berbagai negara menjadi wadah penting bagi cosplayer seluruh dunia untuk mengekspresikan kreativitas mereka.
Rizky pun mengutarakan bahwa GICOF tahun 2026 akan berlangsung pada tanggal 18–22 September dan Indonesia kembali berkesempatan mengirimkan perwakilannya.
GICOF merupakan salah satu rangkaian acara dari Bucheon International Comics Festival (BICOF) yang diadakan setiap bulan September di Korean Manhwa Museum, Bucheon, Korea.
Popularitas kekayaan intelektual Korea seperti Solo Leveling dan K-pop Demon Hunters menunjukkan bahwa budaya Korea terus berinovasi dan memperluas jangkauannya. Dari panggung musik hingga panggung cosplay, budaya Korea kini merambah ke ranah karakter dan identitas visual sehingga menjadikannya semakin berwarna dan mendunia.
margareth@korea.kr
*Artikel ini ditulis oleh Wartawan Kehormatan Korea.net. Wartawan Kehormatan merupakan komunitas masyarakat dunia yang menyukai Korea dan membagikan minat mereka terhadap Korea dalam bentuk tulisan.