Wartawan Kehormatan

2026.01.05

Membaca artikel ini dalam bahasa yang lain
  • 한국어
  • English
  • 日本語
  • 中文
  • العربية
  • Español
  • Français
  • Deutsch
  • Pусский
  • Tiếng Việt
  • Indonesian

Penulis: Wartawan Kehormatan Fitri Amalia dari Indonesia
Foto: Fitri Amalia

Desa Penguin merupakan sebuah desa yang terletak di Yangnim-dong, Nam-gu, Kota Gwangju. Desa ini terletak sekitar tiga jam perjalanan dari Seoul. Menyusuri gang-gang yang dipenuhi mural dan kreasi barang bekas di desa ini membuat penulis bisa merasakan suasana kehidupan masyarakat Korea di masa lampau, terutama di era tahun 1970-an dan 1980-an.

Penulis mengunjungi Desa Penguin pada tanggal 28 September 2025 untuk merasakan lebih dalam suasana Korea di masa lampaui. Meskipun dinamai Desa Penguin, tidak ada satu ekor pun penguin di desa ini. Nama tersebut diambil karena banyaknya penduduk lansia di desa. Mereka berjalan perlahan dengan membungkuk layaknya penguin.

Desa Penguin di Kota Gwangju dipenuhi dengan beragam mural dan tulisan motivasi yang dapat dinikmati oleh pengunjung.

Desa Penguin di Kota Gwangju dipenuhi dengan beragam mural dan tulisan motivasi yang dapat dinikmati oleh pengunjung.


Saat ini tidak ada yang tinggal di Desa Penguinn karena para penghuninya telah dipindahkan ke apartemen yang berada di sekitar desa. Oleh karena itu, Desa Penguin dijadikan sebagai desa wisata yang diharapkan mampu menarik banyak turis untuk mengunjungi Kota Gwangju.

Para penduduk sekitar pun banyak yang mendaur ulang barang-barang usang menjadi sebuah karya seni yang menarik. Salah satu contohnya adalah kayu dari pipa yang didaur ulang menjadi hiasan jam dinding.

Selain itu, meskipun tidak didaur ulang, beberapa boneka dan baling-baling kipas bekas diatur penyusunannya dengan indah menjadi pemandangan yang menarik.

Desa Penguin di Kota Gweangju memanfaatkan barang-barang bekas untuk didaur ulang menjadi hiasan yang indah.

Desa Penguin di Kota Gweangju memanfaatkan barang-barang bekas untuk didaur ulang menjadi hiasan yang indah.


Melengkapi tema retro, beberapa kios kecil di Desa Penguin menjual beragam jajanan jadul, seperti lolipop, jajanan kenyal manis, dan permen perisa dalam sedotan plastik. Selain itu, pengunjung juga dapat merasakan rasa dalgona yang terkenal berkat drama Squid Game serta mencoba membuatnya langsung.

Mengunjungi Desa Penguin di Kota Gwangju ini mengajarkan penulis bahwa masa lalu bukan seharusnya ditinggalkan, melainkan bisa dirangkai ulang menjadi cerita visual yang menyentuh dan penuh makna.

Selain itu, alih-alih merasa malu karena kondisi fisik tubuh yang telah berubah, para penduduk memilih menerimanya dan menjadikannya kebanggaan.

Pengunjung Desa Penguin di Kota Gwangju dapat menikmati jajanan jadul Korea (kiri) dan membuat dalgona (kanan).

Pengunjung Desa Penguin di Kota Gwangju dapat menikmati jajanan jadul Korea (kiri) dan membuat dalgona (kanan).



margareth@korea.kr

*Artikel ini ditulis oleh Wartawan Kehormatan Korea.net. Wartawan Kehormatan merupakan komunitas masyarakat dunia yang menyukai Korea dan membagikan minat mereka terhadap Korea dalam bentuk tulisan.

konten yang terkait