Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata bersama Organisasi Pariwisata Korea telah mengumumkan hasil pemungutan suara warga Korea untuk proyek 100X100: Jelajah Pesona Korea melalui laman resmi (https://spot100x100.kr/) yang terhubung dengan portal pariwisata Visit Korea.
Korea.net mengawali seri ini dengan artikel pengantar, kemudian memperkenalkan berbagai destinasi yang layak direkomendasikan kepada wisatawan mancanegara berdasarkan 100 tema perjalanan yang dikelompokkan ke dalam delapan kategori.
Tampak bagian dalam gerai utama Sungsimdang. (Sungsimdang)
Penulis: Lee Da Som
Meningkatnya permintaan terhadap roti menjadi salah satu perubahan yang menonjol dalam budaya kuliner Korea belakangan ini. Hal ini terlihat dari tren wisata berburu roti, yaitu berkeliling mencari roti khas di berbagai penjuru Korea. Kini, bepergian khusus untuk mencicipi roti khas suatu daerah pun menjadi hal yang lumrah di Korea.
Korea.net mengajak pembaca mengenal Sungsimdang di Daejeon yang meraih suara terbanyak dalam kategori tema tunggal pada pemungutan suara publik untuk proyek 100X100: Jelajah Pesona Korea. Selanjutnya, artikel ini juga akan memperkenalkan Leesungdang di Gunsan dan PNB di Jeonju yang masing-masing menempati peringkat kedua dan ketiga.
Sungsimdang di Daejeon
Sungsimdang bermula dari sebuah kedai roti kukus di bawah tenda yang berada di depan Stasiun Daejeon pada tahun 1956. Perusahaan lokal kebanggaan Daejeon ini merayakan hari jadinya yang ke-70 tahun ini.
Dengan mengusung moto "Lakukanlah apa yang baik bagi semua orang," Sungsimdang meneruskan nilai-nilai yang diwariskan pendirinya, seorang penganut Katolik yang taat. Nilai-nilai tersebut diwujudkan melalui pengabdian kepada masyarakat setempat dan kasih kepada sesama.
Menu andalan Sungsimdang adalah roti soboro goreng. Roti ini digoreng hingga bagian luarnya renyah seperti donat. Isian pasta kacang merah dan taburan soboro menghadirkan perpaduan rasa manis dan gurih dalam setiap gigitan.
Produk ikonik Sungsimdang lainnya adalah Siru Cake yang membuat banyak pembeli rela mengantre bahkan sebelum toko dibuka. Kue ini dinamai demikian karena teksturnya yang kenyal menyerupai sirutteok, kue beras kukus khas Korea. Hadir dengan varian rasa baru setiap musim, Siru Cake pun menjadi favorit konsumen.
Tampak luar toko roti Leesungdang di Kota Gunsan, Provinsi Jeollabuk. (Leesungdang)
Leesungdang di Gunsan
Gerai utama Leesungdang di Kota Gunsan, Provinsi Jeollabuk, merupakan toko roti tertua yang masih beroperasi di Korea. Sejak dibuka pada tahun 1945, toko roti ini terus mempertahankan reputasinya.
Rahasia Leesungdang tetap dicintai selama puluhan tahun terletak pada pengawasan bahan baku yang ketat dan cita rasa yang autentik.
Toko roti ini mengelola sendiri merek khusus pasta kacang merah untuk isian roti serta tepung beras untuk pembuatan roti berbahan beras. Melalui langkah ini, Leesungdang berpegang teguh pada filosofinya untuk menyediakan makanan yang sehat dan tepercaya bagi konsumen.
Dua menu andalan Leesungdang adalah roti isi kacang merah dan roti isi sayur. Pada hari kerja, gerai utamanya di Gunsan menjual sekitar 7.000 roti isi kacang merah dan 6.000 roti isi sayur per hari.
Pada akhir pekan, penjualan hariannya bahkan melampaui 11.000 buah untuk roti isi kacang merah dan sekitar 10.000 buah untuk roti isi sayur. Angka penjualan harian ini saja sudah menunjukkan daya tarik Leesungdang sebagai ikon kuliner Gunsan.
Tampak bagian dalam gerai utama toko roti PNB di Kota Jeonju. (PNB)
PNB di Jeonju
PNB merupakan toko roti pertama di Korea yang menjual jeonbyeong, sejenis kue kering khas Korea. Toko yang berdiri pada tahun 1920 tersebut kini menjadi toko roti ternama di Jeonju dan dikelola oleh generasi ketiga keluarga pendirinya. Sebutan 'pelopor' pun lekat dengan PNB.
Pada tahun 1940, PNB menjadi yang pertama di Korea mengembangkan jeonbyeong kacang tanah. Pada tahun 1958, PNB juga menjadi yang pertama di Korea mendatangkan mesin es krim soft serve dan mulai menjual es krim bertekstur lembut tersebut.
Setahun kemudian, PNB menjadi yang pertama di Korea memasang pendingin udara (AC) di gerainya. Pada tahun 2013, PNB kembali mencatatkan rekor sebagai toko roti lokal pertama yang membuka gerai di department store.
Produk andalan PNB adalah choco pie tebal buatan tangan yang memadukan cokelat pekat, selai stroberi asam manis, dan krim lembut.
Jeonbyeong juga masih dibuat menggunakan resep asli sejak toko ini didirikan. Dipanggang selama delapan jam, kue ini menawarkan tekstur renyah sekaligus lembut dengan cita rasa gurih.
dlektha0319@korea.kr