Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata bersama Organisasi Pariwisata Korea telah mengumumkan hasil pemungutan suara warga Korea untuk proyek 100X100: Jelajah Pesona Korea melalui laman resmi (https://spot100x100.kr/) yang terhubung dengan portal pariwisata Visit Korea.
Korea.net mengawali seri ini dengan artikel pengantar, kemudian memperkenalkan berbagai destinasi yang layak direkomendasikan kepada wisatawan mancanegara berdasarkan 100 tema perjalanan yang dikelompokkan ke dalam delapan kategori.
Dari kiri atas searah jarum jam: Grand Peace Palace, perpustakaan pusat, dan gedung utama di kampus Seoul Universitas Kyung Hee. (Universitas Kyung Hee)
Penulis: Oh Jung Eun
Bangunan bukan sekadar ruang yang dibatasi dinding dan atap. Setiap bangunan mencerminkan wajah zamannya sekaligus menyimpan kisah kehidupan orang-orang yang datang dan pergi.
Oleh karena itu, mengunjungi bangunan-bangunan di suatu daerah juga bisa menjadi perjalanan untuk mengenal lebih dekat sejarah dan budaya setempat.
Arsitektur merupakan salah satu dari delapan kategori dalam serial 100X100: Jelajah Pesona Korea. Kategori ini mencakup beragam tema menarik, di antaranya Stasiun Kereta Romantis, Tur Jembatan, dan Peta Rahasia Penjaga Mercusuar.
Ada pula tema Tur Kampus yang menjadi fokus ulasan kali ini. Melalui tema ini, pembaca diajak menjelajahi kampus-kampus menawan di Korea yang layak masuk dalam agenda wisata.
Kampus kini tak hanya menjadi bagian dari keseharian mahasiswa, tetapi juga destinasi wisata baru yang menarik perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara. Daya tariknya terletak pada arsitektur khas setiap kampus serta pemandangan yang menghadirkan pesona berbeda pada setiap musim.
Kali ini, Korea.net mengajak pembaca menjelajahi tiga kampus yang terpilih dalam tema Tur Kampus.
Di kampus Seoul Universitas Kyung Hee, pengunjung dapat mengagumi bangunan bergaya arsitektur zaman kuno dan Abad Pertengahan yang jarang dijumpai di Korea.
Gedung utamanya memiliki pilar-pilar yang terinspirasi dari kuil Yunani. Sementara itu, perpustakaan pusat dan Grand Peace Palace mengingatkan pada kastel dan katedral Eropa dari Abad Pertengahan.
Grand Peace Palace juga dikenal luas sebagai tempat digelarnya beragam pertunjukan budaya.
Selain arsitekturnya, Universitas Kyung Hee juga terkenal dengan keindahan kampusnya sepanjang tahun. Pesonanya makin memikat saat musim semi tiba, ketika bunga ceri bermekaran di berbagai sudut kampus, menghadirkan pemandangan semarak yang membuatnya dijuluki Kyung Hee Land.
Untuk menuju kampus ini, pengunjung dapat naik metro Seoul jalur 1 dan turun di Stasiun Hoegi.
Seusai tur kampus, sempatkan mampir ke Gang Pajeon di dekat stasiun untuk menikmati panekuk daun bawang khas Korea. Gang kuliner ini mulai terbentuk pada 1970-an, seiring berkembangnya kawasan pertokoan di sekitar Universitas Kyung Hee.
Pemandangan Ewha Campus Complex (ECC) di Universitas Wanita Ewha. (Universitas Wanita Ewha)
Pemandangan Kuil Munmyo dan Akademi Seonggyungwan di Kampus Humaniora dan Ilmu Sosial Universitas Sungkyunkwan. (Organisasi Pariwisata Korea)
Kampus Humaniora dan Ilmu Sosial Universitas Sungkyunkwan menawarkan pesona unik yang mempertemukan masa lalu dan masa kini.
Sejarahnya bermula pada tahun 1398 ketika Raja Taejo (Yi Seong-gye), pendiri Dinasti Joseon (1392-1910), mendirikan Seonggyungwan, akademi konfusianisme yang menjadi lembaga pendidikan tertinggi di kerajaan tersebut. Akademi inilah yang menjadi cikal bakal Universitas Sungkyunkwan saat ini.
Setelah melewati gerbang utama, pengunjung akan menjumpai Kuil Munmyo dan Akademi Seonggyungwan yang menyimpan papan arwah para cendekiawan terkemuka dari Korea dan Tiongkok.
Di halaman depan Aula Myeongnyundang, tempat para pelajar dahulu menimba ilmu, terdapat pohon gingko yang diperkirakan berusia lebih dari 400 tahun.
Saat musim gugur tiba, dedaunan gingko yang menguning berpadu dengan keanggunan bangunan tradisional sehingga menciptakan suasana tenang untuk menikmati jalan santai.
Untuk menuju kampus ini, pengunjung dapat naik kereta bawah tanah Seoul jalur 4 dan turun di Stasiun Hyehwa. Sempatkan pula menjelajahi kawasan sekitar stasiun yang dipenuhi beragam fasilitas seni dan budaya, seperti teater dan galeri seni.
cloveroh@korea.kr