Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata bersama Organisasi Pariwisata Korea telah mengumumkan hasil pemungutan suara warga Korea untuk proyek 100X100: Jelajah Pesona Korea melalui laman resmi (https://spot100x100.kr/) yang terhubung dengan portal pariwisata Visit Korea.
Korea.net akan mengawali seri ini dengan artikel pengantar, kemudian memperkenalkan berbagai destinasi yang layak direkomendasikan kepada wisatawan mancanegara berdasarkan 100 tema perjalanan yang dikelompokkan ke dalam delapan kategori.
Pemandangan musim gugur di Jalan Metasequoia Damyang, Damyang-gun, Daerah Khusus Jeonnam-Gwangju. (Organisasi Pariwisata Korea)
Penulis: Margareth Theresia
Wisata rekreasi dan olahraga menjadi salah satu kategori yang paling menarik perhatian warga Korea dalam proyek 100x100: Jelajah Pesona Korea. Kategori ini mencakup berbagai destinasi dalam subtema seperti K-Sports & Adventure, Jalur Nyaman untuk Berjalan Kaki, dan Pengalaman Pemacu Dopamin.
Korea.net akan memperkenalkan tiga destinasi terpilih untuk 'wisata lari'. Seiring dengan berlalunya musim panas yang terik dan datangnya udara sejuk musim gugur, perjalanan yang memadukan olahraga lari dan wisata makin digemari oleh mereka yang mengutamakan kesehatan dan penyegaran diri.
Jika ingin menikmati wisata di tengah pemandangan musim gugur sambil menikmati olahraga dari, Jalan Metasequoia Damyang di Daerah Khusus Jeonnam-Gwangju bisa menjadi destinasi utama.
Jalan dengan pepohonan metasequoia yang indah tersebut menjadi salah satu destinasi wisata populer di Korea sepanjang tahun. Di Damyang yang terkenal dengan hutan bambunya, deretan pohon metasequoia menghadirkan panorama eksotis.
Lalu lintas kendaraan bermotor dibatasi sehingga pengunjung dapat menikmati jalur di tengah pepohonan dengan leluasa. Pengguna kursi roda dan keluarga dengan kereta bayi pun dapat melintasinya tanpa kesulitan.
Terowongan hijau terbentang pada musim semi dan panas, sedangkan dedaunan merah menghiasi musim gugur. Saat musim dingin, kawasan tersebut berubah menjadi panorama bersalju.
Berjalan santai di tengah pepohonan metasequoia pun menyenangkan, tetapi berlari di antara pepohonan akan membuat pengalaman perjalanan menjadi lebih membekas.
Pengunjung dapat menaiki bus ekspres langsung menuju Damyang jika berangkat dari Seoul. Pilihan lainnya adalah menggunakan KTX hingga Stasiun Gwangju-Seongjeong, kemudian melanjutkan perjalanan menuju lokasi.
Pemandangan dedaunan musim gugur di Taman Olimpiade, Songpa-gu, Seoul. (Yayasan Pariwisata Seoul)
Destinasi kedua adalah Taman Olimpiade, tempat semangat Olimpiade Seoul 1988 tetap hidup. Dengan meneruskan semangat dan nilai Olimpiade, taman tersebut telah menjadi ruang olahraga, budaya, dan rekreasi bagi warga.
Monumen peringatan Olimpiade dan beragam karya seni patung luar ruangan dapat ditemukan di berbagai sudut taman.
Kawasan tersebut juga memiliki sejumlah ruang yang tertata dengan baik, seperti Parit Mongchon dan Plaza Perdamaian, dengan Benteng Tanah Mongchontoseong peninggalan Kerajaan Baekje (18 SM s/d 660 M) sebagai pusatnya.
Setelah mengunjungi istana berbagai destinasi di pusat Kota Seoul, bagaimana jika melanjutkan perjalanan dengan berlari di Taman Olimpiade? Selain merasakan perpaduan tradisi dan modernitas, pengunjung juga bisa sekaligus menjaga kebugaran.
Taman Olimpiade menampilkan pemandangan yang sangat indah ketika dedaunan berubah warna pada musim gugur. Pengunjung bisa menggunakan metro Seoul jalur 5 atau 9 dan turun di Stasiun Taman Olimpiade.
Pulau Hanbando di Yanggu-gun, Provinsi Gangwon. (Pemerintah Yanggu-gun)
Destinasi terakhir adalah Pulau Hanbando di Yanggu-gun, Provinsi Gangwon. Pulau yang dibangun di lahan basah buatan terbesar di Korea tersebut memiliki bentuk menyerupai Semenanjung Korea. Yanggu terletak di titik tengah wilayah Korea sehingga dijuluki Pusat Semenanjung Korea.
Sebelum memasuki pulau, pengunjung bisa menaiki dek observasi yang berada di dekatnya untuk menikmati panorama Pulau Hanbando yang berpadu dengan Danau Paroho. Langit, danau, dan hutan hijau terbentang dalam satu pemandangan yang menyegarkan mata dan pikiran.
Di dalam pulau, pengunjung dapat berlari dari Gunung Baekdusan hingga Gunung Hallasan dan merasakan sensasi seolah-olah menjelajahi seluruh Semenanjung Korea dalam sekali perjalanan.
Diperlukan waktu sekitar satu jam untuk mengelilingi seluruh pulau. Pengunjung juga dapat mencari berbagai ciri khas daerah di Korea yang ditampilkan di setiap bagian Pulau Hanbando.
Pengunjung dari Seoul dapat menggunakan bus hingga ke Terminal Bus Antarkota Yanggu, kemudian melanjutkan perjalanan dengan taksi atau bus kota.
margareth@korea.kr