Kebudayaan

2026.07.08

Hong Seong-geun, Kepala Kantor Riset Dokdo di Northeast Asian History Foundation, menjelaskan isi dokumen dalam upacara penyerahan donasi materi Dokdo yang sebelumnya belum pernah dibuka untuk publik dan dikumpulkan di U.S. National Archives and Records Administration (NARA). Acara tersebut digelar pada tanggal 7 Juli 2026 di Dokdo Museum Seoul, Yeongdeungpo-gu, Seoul. (Yonhap News)

Hong Seong-geun, Kepala Kantor Riset Dokdo di Northeast Asian History Foundation, menjelaskan isi dokumen dalam upacara penyerahan donasi materi Dokdo yang sebelumnya belum pernah dibuka untuk publik dan dikumpulkan di U.S. National Archives and Records Administration (NARA). Acara tersebut digelar pada tanggal 7 Juli 2026 di Dokdo Museum Seoul, Yeongdeungpo-gu, Seoul. (Yonhap News)



Penulis: Kim Seon Ah

Sebuah dokumen rahasia militer Amerika Serikat yang menegaskan bahwa Dokdo merupakan wilayah Korea dibuka untuk publik untuk pertama kalinya.

NAHF (Yayasan Sejarah Asia Timur Laut) pada tanggal 7 Juli 2026 mengumumkan telah menemukan 222 halaman dokumen mengenai Dokdo yang sebelumnya tidak dibuka dan disimpan oleh pemerintah AS.

Far East Air Forces (FEAF) AS, yang menyelidiki insiden pengeboman Dokdo pada tahun 1948, menyatakan dalam sebuah laporan rahasia bahwa pada September 1947, Dokdo telah secara jelas ditetapkan sebagai bagian dari Korea.

Catatan ini menunjukkan bahwa pemerintah AS pada masa itu secara jelas mengakui Dokdo sebagai wilayah Korea tidak lama setelah Korea meraih kemerdekaan.

Insiden pengeboman Dokdo terjadi pada tanggal 8 Juni 1948 ketika Angkatan Udara AS melakukan latihan pengeboman di wilayah tersebut. Insiden itu menyebabkan 14 nelayan Korea yang sedang menangkap ikan di sekitar Dokdo tewas atau hilang dan sembilan lainnya terluka.

Dokumen tersebut dikumpulkan oleh peneliti Jeon Gab Saeng dari Institute of East Asian Studies di Sungkonghoe University dari U.S. National Archives and Records Administration (NARA), kemudian disumbangkan kepada NAHF. Koleksi tersebut mencakup laporan penyelidikan otoritas militer AS mengenai insiden pengeboman Dokdo serta sejumlah dokumen terkait lainnya.

NAHF menilai catatan tersebut sebagai sumber sejarah penting yang menunjukkan bagaimana militer AS memandang status Dokdo pada saat itu. Hal ini sejalan dengan Supreme Commander for the Allied Powers Instruction Note (SCAPIN) No. 677 serta rancangan Perjanjian Perdamaian dengan Jepang yang disusun AS pada tahun 1947–1949, yang mencantumkan Dokdo sebagai wilayah Korea.

Sejumlah dokumen mengenai Dokdo yang dibuat di Korea tidak lama setelah kemerdekaan juga ditemukan. Salah satunya adalah salinan dokumen tahun 1946 berjudul Konfirmasi Kepemilikan Dokdo sebagai Bagian dari Ulleungdo, yang dikirim oleh Kepala Ulleung-gun kepada Gubernur Provinsi Gyeongsangbuk.

Dokumen-dokumen utama dari koleksi tersebut dibuka untuk publik dalam upacara penyerahan donasi yang digelar pada tanggal 7 Juli 2026 di Dokdo Museum Seoul, Times Square, Yeongdeungpo-gu, Seoul.

sofiakim218@korea.kr

konten yang terkait