Centre Pompidou Hanwha berlokasi di bangunan tambahan Gedung 63 di Yeouido, Yeongdeungpo-gu, Seoul. Centre Pompidou membuka basis luar negeri ketiganya di Seoul setelah Málaga di Spanyol dan West Bund di Shanghai, Tiongkok. (Hanwha Foundation of Culture)
Penulis: Charles Audouin
Centre Pompidou Hanwha, yang didirikan melalui kerja sama antara Hanwha Foundation of Culture dan Centre Pompidou, pusat seni modern dan kontemporer nasional Prancis, akan resmi dibuka pada 4 Juni di Gedung 63, Yeouido, Yeongdeungpo-gu, Seoul. Pembukaan tersebut dilakukan sekitar dua tahun setelah kedua pihak menandatangani kesepakatan kerja sama pada tahun 2023.
Berdasarkan kemitraan tersebut, Hanwha Foundation of Culture akan menggelar dua pameran khusus setiap tahun selama empat tahun ke depan yang menampilkan karya-karya dari koleksi Centre Pompidou.
Dalam konferensi pers yang digelar pada tanggal 19 Mei 2026, presiden Hanwha Foundation of Culture, Lee Sungsoo, mengatakan, "Kami menjalin kerja sama dengan Centre Pompidou, salah satu institusi seni terkemuka dunia, untuk memperkenalkan karya-karya seni modern dan kontemporer berkualitas tinggi kepada masyarakat Korea."
Ia menambahkan, "Masa kontrak kerja sama ini adalah empat tahun, tetapi kami berharap dapat terus mengerjakan berbagai proyek bersama setelahnya."
Centre Pompidou Hanwha berdiri setelah bangunan tambahan Gedung 63 direnovasi secara menyeluruh menjadi fasilitas pameran setinggi empat lantai. Pusat seni ini dilengkapi dua ruang pameran besar yang masing-masing memiliki luas sekitar 1.650 meter persegi.
Bangunan tersebut dirancang oleh arsitek Prancis ternama Jean-Michel Wilmotte, yang dikenal melalui berbagai proyek prestisius termasuk renovasi Museum Louvre, penataan interior Istana Élysée, serta sejumlah fasilitas di Bandara Internasional Incheon.
Kurator Centre Pompidou, Christian Briend, terlihat sedang menjelaskan karya Georges Braque berjudul "Femme à la guitare (1913)" kepada para jurnalis di Centre Pompidou Hanwha, Yeongdeungpo-gu, Seoul, pada tanggal 19 Mei 2026. (Hanwha Foundation of Culture)
Pameran perdana Centre Pompidou Hanwha mengusung tema
The Cubists: Inventing Modern Vision. Sebanyak lebih dari 90 karya lukisan dan patung dari sekitar 40 seniman akan dipamerkan, termasuk karya Pablo Picasso dan Georges Braque, dua pelopor Kubisme yang mengembangkan gerakan seni tersebut di Paris, Prancis, sekitar tahun 1907. Seluruh karya yang dipamerkan merupakan koleksi Centre Pompidou.
Bersamaan dengan itu, juga akan digelar pameran khusus bertajuk
Korea Focus yang menyoroti pengaruh gerakan Kubisme terhadap perkembangan seni modern Korea. Pengunjung dapat menyaksikan 21 lukisan karya 11 seniman Korea yang dipinjam dari sejumlah institusi seni, termasuk National Museum of Modern and Contemporary Art (MMCA) Korea. Kedua pameran tersebut akan berlangsung hingga 4 Oktober 2026.
Presiden Lee mengatakan Centre Pompidou Hanwha akan berupaya menjadi salah satu pusat yang memperkenalkan seni Korea ke dunia dengan memanfaatkan jaringan global Centre Pompidou.
Harga tiket masuk ditetapkan sebesar 28.000 won untuk pengunjung dewasa. Pengunjung dapat melakukan reservasi melalui laman resmi Centre Pompidou Hanwha (
www.centrepompidou-hanwha.kr) dengan memilih waktu kunjungan yang diinginkan.
Para peserta konferensi pers terlihat sedang meninjau Ruang Pameran 2 di Centre Pompidou Hanwha pada tanggal 19 Mei 2026 menjelang pembukaan resminya. Karya yang dipamerkan di bagian tengah adalah "Rideau pour le ballet Mercure" karya Pablo Picasso yang untuk pertama kalinya dipamerkan di Korea. Sementara itu, ruang mezzanine di lantai tiga yang terletak di atas Ruang Pameran 2 menampilkan pameran khusus Korea Focus. (Charles Audouin)
caudouin@korea.kr