Potret Bang Hai Ja pada tahun 202 di studionya yang berada di Ajoux, Prancis. (Chung Jaejoon)
Penulis: Charles Audouin
Sebuah pameran yang menyoroti Bang Hai Ja (1937-2022) digelar di Museum Seni Modern dan Kontemporer Nasional cabang Kota Cheongju.
Pameran yang digelar sejak tanggal 24 April 2026 tersebut menampilkan berbagai karya seni Bang yang menjembatani Korea dan Prancis.
Pameran bertajuk Bang Hai Ja: Sowing Light Across Heaven and Earth tersebut digelar untuk memperingati 140 tahun hubungan diplomatik antara Korea dengan Prancis.
Terdapat 67 karya seni yang dipamerkan berupa lukisan, patung, dan kerajinan tangan. Pengunjung akan bisa melihat pula karya Bang yang disimpan di Centre Pompidou dan Museum Cernuschi yang selama ini tidak pernah dipamerkan di Korea.
Selain itu, dipamerkan pula lebih dari 200 arsip yang memperlihatkan kehidupan Bang sebagai pelukis, penyair, dan kaligrafer. Arsip-arsip tersebut berupa surat, buku seni, foto, dan benda-benda pribadi.
Potret pameran Bang Hai Ja: Sowing Light Across Heaven and Earth yang digelar hingga tanggal 27 September 2026 di Museum Seni dan Kontemporer Nasional cabang Kota Cheongju. (Museum Seni dan Kontemporer Nasional)
Bang lahir pada tahun 1937 di Goyang-gun, Provinsi Gyeonggi (saat ini Gwangjin-gu, Seoul). Sejak menetap di Paris pada tahun 1961, ia aktif berkarya di dua negara, yaitu Korea dan Prancis.
Selama lebih dari 60 tahun, Bang mengeksplorasi beragam teknik, seperti fresko, kaca patri, dan grafis. Ia pun memanfatkan berbagai material, seperti hanji (kertas tradisional Korea, tanah oker dari wilayah Rousillon, serta kain nonwoven.
Selama hidupnya, Bang telah menggelar lebih dari 80 pameran tunggal dan berpartisipasi dalam berbagai pameran kelompok.
Kurator pameran, Bang Choah, menjelaskan, "Bang Hai Ja justru semakin memperdalam ketertarikannya terhadap tanah airnya dari sudut pandangnya sebagai orang asing setelah ia pindah ke Prancis pada tahun 1961."
Ia melanjutkan, "Pertemuannya dengan sang suami yang merupakan peneliti folklor Korea asal Prancis, mampu memperluas pemahamannya terhadap tradisi Korea."
Pameran tersebut menyoroti kehidupan, pandangan dunia, serta cara Bang Hai Ja berekspresi dengan menggunakan cahaya sebagai sumber utama penciptaan karya selama hidupnya.
Potret di atas menunjukkan karya Bang Hai Ja berjudul "Earth of the Sky" yang dibuat pada tahun 2008 melalui inspirasi eksistensi yang berada di antara langit, bumi, dan angkasa. (Charles Audouin)
Bang Hai Ja mempelajari teknik kaca patri pada tahun 1970-an di École nationale supérieure des arts appliqués et des métiers d'art (Ensaama), Paris.
Berdasarkan fondasi artistiknya yang mendalam, Bang terpilih pada tahun 2018 untuk berpartisipasi dalam proyek pembuatan kaca patri di Katedral Chartres, situs Warisan Dunia UNESCO di Prancis.
Bang pun memasang empat panel jendela kaca patri berskala besar tanpa garis timah pada tahun 2022. Karya setinggi empat meter tersebut memadukan pola cahaya vertikal dengan komposisi lingkaran konsentris.
Foto di sebelah kiri merupakan replika kaca patri "Birth of Light" yang dipamerkan di pintu masuk pameran Bang Hai Ja: Sowing Light Across Heaven and Earth di Museum Seni Modern dan Kontemporer Nasional cabang Kota Cheongju. Foto sebelah kanan merupakan potret Bang di lokasi pengerjaan kaca patri di Katedral Chartres pada tahun 2018. (Charles Audouin dan Facebook resmi Glasmalerei Peters Studio)
Direktur Museum Seni Modern dan Kontemporer, Kim Sunghee, mengungkapkan, "Karya Bang Hai Ja menampilkan alam dan semangat Korea yang dibentuk di lingkungan seni Prancis. Hal ini menunjukkan kemungkinan baru dalam seni lukis di titik pertemuan budaya dan estetika Timur dan Barat."
Ia menambahkan, "Kami berharap para pengunjung bisa merasakan perenungan dan resonansi emosional melalui dunia cahaya yang dilihat oleh Bang."
Pameran tersebut bisa dikunjungi dengan biaya sebesar 2.000 won hingga tanggal 27 September 2026.
caudouin@korea.kr