Kebijakan

2026.03.16

Presiden Lee Jae Myung (kanan) dan Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, berjabat tangan sebelum menggelar KTT Korea-Indonesia pada tanggal 1 November 2025 di HICO, Kota Gyeongju, Provinsi Gyeongsangbuk.

Presiden Lee Jae Myung (kanan) dan Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, berjabat tangan sebelum menggelar KTT Korea-Indonesia pada tanggal 1 November 2025 di HICO, Kota Gyeongju, Provinsi Gyeongsangbuk.



Penulis: Margareth Theresia
Foto: Cheong Wa Dae

Presiden Indonesia dan Prancis akan melakukan kunjungan kenegaraan secara resmi ke Korea melalui undangan dari Presiden Lee Jae Myung. Hal tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Cheong Wa Dae, Kang Yu-jung, melalui pengarahan tertulis pada tanggal 13 Maret 2026.

Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, akan mengunjungi Korea untuk yang kedua kalinya setelah sebelumnya hadir pada KTT APEC(Konferensi Tingkat Tinggi Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik) yang digelar di Kota Gyeongju pada Oktober tahun 2025.

Presiden Prabowo akan tiba di Korea pada tanggal 31 Maret 2026 dan akan mengikuti jadwal resmi hingga tanggal 2 April 2026.

Presiden Lee dan Presiden Prabowo akan hadir dalam upacara sambutan resmi pada tanggal 1 April 2026 yang diikuti dengan KTT Korea-Indonesia, penandatangan nota kesepahaman, serta jamuan makan siang resmi.

Kedua presiden tersebut akan berdiskusi untuk memajukan kerja sama dalam bidang perdagangan, investasi, dan pertahanan nasional guna memajukan hubungan kemitraan strategis khusus Korea-Indonesia selangkah lebih maju.

Selain itu, keduanya pun akan membicarakan penguatan kerja sama dalam bidang pertumbuhan baru, seperti teknologi termutakhir, perkapalan, pembangkit listrik tenaga nuklir, transisi energi, dan industri budaya kreatif.

Kang mengungkapkan, "Kunjungan Prabowo akan mampu memperkuat aliansi dan kerja sama untuk berkontribusi pada kestabilan dan perdamaian kawasan maupun dunia sebagai negara berkekuatan menengah."

Ia menambahkan, "Keduanya juga akan mendorong kemakmuran berkelanjutan melalui kepercayaan yang kokoh melalui hubungan diplomatik yang sudah terjalin sejak tahun 1973."


Presiden Lee Jae Myung (kanan) terlihat sedang menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, pada tanggal 22 November 2025 (waktu setempat) di Johannesburg Expo Center, Afrika Selatan.

Presiden Lee Jae Myung (kanan) terlihat sedang menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, pada tanggal 22 November 2025 (waktu setempat) di Johannesburg Expo Center, Afrika Selatan.


Presiden Prancis, Emmanuel Macron, akan mengunjungi Korea pada tanggal 2-3 April 2026. Ia akan menjadi pemimpin negara Eropa pertama yang mengunjungi Korea secara resmi setelah Presiden Lee dilantik.

Kunjungan tersebut juga akan menjadi kunjungan pertama Presiden Macron ke Korea setelah dilantik pada tahun 2017 dan kunjunngan presiden Prancis pertama dalam sebelas tahun.

Presiden Lee dan Presiden Macron akan menghadiri upacara penyambutan resmi, KTT Korea-Prancis, penandatanganan nota kesepahaman, dan jamuan makan siang pada tanggal 3 April 2026.

Keduanya pun akan mendiskusikan penguatan kerja sama dalam berbagai bidang, seperti perdagangan/investasi, teknologi termutakhir (kecerdasan buatan, kuantum, antariksa, tenaga nuklir), sains, pendidikan/budaya, dan pertukaran sumber daya manusia.

Diskusi itu akan digelar untuk meningkatkan kerja sama bilateral strategis selangkah lebih maju.

Kang menjelaskan, "Kunjungan Presiden Macron merupakan tonggak bersejarah penting untuk memajukan hubungan bilateral selangkah lebih maju dan berarah masa depan dengan berlandaskan pada kepercayaan yang sudah dibangun selama 140 tahun."


margareth@korea.kr

konten yang terkait