Foto di atas menunjukkan panorama Galeri Seni Islam yang dibuka sejak tanggal 22 September 2025. Pengunjung bisa melihat beragam artefak seni Islam dalam galeri tersebut.
Para pengunjung Galeri Seni Islam terlihat sedang mengitari artefak bernama Qur'an Bifolio pada hari pembukaan pameran perdana bagi media massa yang digelar pada tanggal 21 November 2025. Salinan Al-Qur'an tersebut diperkirakan dibuat sekitar akhir abad ketujuh hingga awal abad kedelapan. Artefak tersebut sangat penting karena merupakan naskah yang memperlihatkan metode salinan Al-Qur'an pada masa awal.
Ruang pameran di Galeri Seni Islam dibagi berdasarkan keragaman budaya dan spektrum waktu seni Islam, bukan berdasarkan urutan periode waktu.
Pengunjung bisa melihat artefak dari abad ke-7 hingga ke-19 yang dibagi menjadi tiga tema besar, yaitu Seni Agama Dunia Islam, Penerimaan dan Perkembangan Kebudayaan Islam, serta Budaya Kerajaan Islam dan Manuskrip-manuskripnya.
Pada bagian pertama, pengunjung bisa melihat keselarasan antara agama dengan seni melalui berbagai artefak yang menjadi landasan dari seni Islam.
Dua artefak yang menjadi sorotan di bagian ini adalah Qur’an Bifolio yang merupakan salinan manuskrip Al-Qur'an awal dan Folio from a Monumental Qur’an yang dibuat pada masa Kekaisaran Timuriyah (1370-1507 M).
Perpaduan antara budaya Islam dengan wilayah lainnya dapat dilihat di artefak-artefak yang dipamerkan di bagian kedua.
Artefak berupa kerajinan kaca, keramik, dan logam yang dipamerkan di bagian tersebut menampilkan keindahan budaya Islam yang datang dari Semenanjung Arab dan perpaduan dengan teknologi kerajinan dari daerah lain tempat Islam mulai tersebar.
Bagian terakhir dari Galeri Seni Islam memperlihatkan beragam kesenian kerajaan dan budaya sastra berbagai kerajaan Islam, seperti Kesultanan Utsmaniyah (1299-1922 M), Dinasti Safawiyah (1501-1736 M), dan Kekaisaran Mughal (1526-1857 M).
Pengunjung bisa melihat kemegahan dan kemewahan barang-barang kesultanan dari karpet, kain tenun, hingga aksesori yang dipamerkan.
Direktur Museum Seni Islam, Nasser Al-Nassr, menjelaskan, "Peradaban Islam berkembang hingga ke Eropa, Afrika, dan Asia dengan berlandaskan pada agama Islam."
Ia menambahkan, "Peradaban tersebut bertemu dengan teknologi dan budaya dari beragam wilayah sehingga memajukan keindahan dan seni yang dimiliki oleh Islam."
Galeri Seni Islam dibuka untuk umum hingga tanggal 11 Oktober 2026.
Pada tanggal 21 November 2025 seorang pengunjung terlihat beristirahat di sebuah ruangan bernama Ruang Damaskus yang dibuat berdasarkan ruang utama Museum Seni Islam di Qatar. Pengunjung bisa menikmati suasana budaya setempat dengan menggunakan seni media yang dipasang di ruang tersebut.