Kebudayaan

2024.03.04

Sutradara Celine Song (kanan) dan aktor Teo Yoo berpose setelah melakukan konferensi pers untuk penayangan film Past Lives pada tanggal 28 Februari di CGV Yongsan I-Park Mall, Yongsan-gu, Seoul.

Sutradara Celine Song (kanan) dan aktor Teo Yoo berpose setelah melakukan konferensi pers untuk penayangan film Past Lives pada tanggal 28 Februari di CGV Yongsan I-Park Mall, Yongsan-gu, Seoul.



Penulis: Xu Aiying
Foto: CJ ENM

"Saya merasa seperti kembali ke rumah karena bisa membuat film dan membentuk tim dengan berbagai tokoh perfilman saat datang ke Korea. Saya senang karena merasa hal itu menarik."

Sutradara Celine Song menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers untuk menyambut penayangan Past Lives di Korea. Konferensi pers tersebut diadakan pada tanggal 28 Februari di CGV Yongsan I-Park Mall, Yongsan-gu, Seoul.

Past Lives merupakan karya debut Celine yang mengandung pengalaman pribadinya sebagai orang Kanada keturunan Korea.

Film ini mengisahkan Na Young (Greta Lee) dan Hae Sung (Teo Yoo) yang bertemu kembali di New York setelah 24 tahun berpisah. Mereka adalah teman semasa kecil yang kemudian melihat kembali takdir di antara mereka berdua selama 24 tahun ke belakang.

Past Lives mendapatkan perhatian dari pecinta film di seluruh dunia karena dinominasikan dalam kategori film terbaik dan skenario asli terbaik di Academy Awards ke-96. Upacara penghargaan Academy Awards akan digelar pada tanggal 10 Maret (waktu setempat) di Amerika Serikat.

Film ini berhasil mendapatkan pujian dari berbagai sutradara ternama, seperti Christoper Nolan dan Guillermo del Toro.

Celine berkata, "Saya menyukai film-film mereka dan tumbuh dengan menonton karya-karya mereka. Saya merasa terhormat karena melalui film pertama saya, saya bisa bertemu langsung dan berbicara dengan mereka."


Teo Yoo menjawab pertanyaan wartawan pada konferensi pers untuk penayangan film Past Lives pada tanggal 28 Februari di CGV Yongsan I-Park Mall, Yongsan-gu, Seoul.

Teo Yoo menjawab pertanyaan wartawan pada konferensi pers untuk penayangan film Past Lives pada tanggal 28 Februari di CGV Yongsan I-Park Mall, Yongsan-gu, Seoul.


Kisah dalam film ini sangat dekat dengan masyarakat Korea sehingga mudah dipahami oleh penonton Korea. Akan tetapi, kosakata 'inyeon' cukup sering disebut di dalam film ini sehingga bisa terasa asing bagi penonton non Korea.

'Inyeon' merupakan sebuah filosofi yang cukup kompleks di dalam bahasa Korea yang bermakna mengenai hubungan antar manusia yang berkaitan dengan takdir dan pilihan.

Celine berkata, "Setiap film ini ditayangkan di suatu negara, para penonton keluar dari bioskop dengan menyebut kata 'inyeon'."

Celine menambahkan, "Walaupun penonton non Korea tidak tahu kosakata 'inyeon', tetapi seluruh masyarakat dunia pasti memahami maknanya."

Konferensi pers pada hari itu juga dihadiri oleh Teo Yoo yang mendapatkan nominasi aktor terbaik di BAFTA (British Academy of Film and Television Arts) berkat aktingnya dalam Past Lives.

Teo lahir di Jerman dan memiliki pengalaman tinggal di berbagai negara seperti Amerika Serikat dan Inggris. Teo menganggap bahwa Past Lives merupakan sebuah karya yang mengubah hidupnya.

Mengenai tokoh Hae Sung yang ia perankan, Teo berkata, "Melalui latar belakang saya yang multikultural, hal pertama yang saya lakukan jika menerima peran dalam sebuah film adalah mencari persamaannya dengan hidup saya."

Teo melanjutkan, "Kesamaan kami adalah 'han', yaitu saya yang menghabiskan 15 tahun sebagai aktor tanpa nama dan Hae Sung yang tidak bisa mengubah lingkungannya melalui takdir."

'Han' adalah kosakata kompleks dalam bahasa Korea yang menggambarkan perasaan kebencian, penyesalan, kesedihan, dan sebagainya yang belum terselesaikan.

Teo melanjutkan, "Saya menggambarkan Hae Sung melalui kesedihan dan kemarahan akibat keadaan tersebut."

Past Lives akan tayang perdana di Korea pada tanggal 6 Maret mendatang.


xuaiy@korea.kr

konten yang terkait