Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Ekonomi dan Keuangan, Koo Yun Cheol, memberikan pernyataan dalam konferensi pers yang digelar pada tanggal 1 April 2026 di Kompleks Pemerintahan Seoul, Jongno-gu, Seoul. (Kementerian Ekonomi dan Keuangan)
Penulis: Yoo Yeon Gyeong
Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Ekonomi dan Keuangan, Koo Yun Cheol, mengungkapkan pada tanggal 1 April 2026 bahwa Korea telah resmi masuk ke dalam WGBI (Indeks Obligasi Pemerintah Dunia).
Wakil PM Koo mengungkapkan dalam akun X resminya bahwa hal tersebut diharapkan akan membuat pasar keuangan dan valuta asing Korea dapat stabil di tengah volatilitas akibat perang di Timur Tengah.
WGBI merupakan salah satu dari tiga indeks obligasi terbesar di dunia yang disediakan oleh daftar indeks global, FTSE (Financial Times Stock Exchange) Russel.
Koo menjelaskan bahwa indeks tersebut memiliki nilai sebesar 2,5 hingga 3 triliun dolar melalui obligasi dari 25 negara utama yang tergabung, seperti Amerika Serikat, Jerman, Tiongkok, dan Jepang.
Koo menambahkan, "Lembaga keuangan asing dan perantara khusus obligasi negara memperkirakan akan ada aliran dana baru sebesar 50-60 miliar dolar setelah Korea masuk ke dalam WBI."
Ia menjelaskan bahwa masuknya Korea ke WGBI menunjukkan bahwa obligasi pemerintah Korea menjadi lebih menarik bagi investor global sehingga banyak investor asing yang mulai membeli obligasi tersebut.
Koo mengungkapkan bahwa tim khusus untuk menarik investor akan dioperasikan selama delapan bulan hingga proses masuknya Korea ke WGBI berakhir pada November 2026.
Tim tersebut akan berisi para ahli dari lembaga-lembaga pemerintah terkait, yaitu Kementerian Ekonomi dan Keuangan, Komisi Keuangan, Bank of Korea, Badan Pengawas Keuangan, serta Korea Securities Depository.
dusrud21@korea.kr