Jumlah permohonan paten perusahaan-perusahaan Korea berhasil menempatkan Korea di peringkat keempat dunia selama lima tahun berturut-turut. Foto di atas menunjukkan gedung WIPO yang terletak di Jenewa, Swiss. (Flickr resmi WIPO)
Penulis: Jeon Misun
Video: Saluran YouTube resmi WIPO
Jumlah permohonan paten perusahaan-perusahaan Korea berhasil menempatkan Korea di peringkat keempat dunia selama lima tahun berturut-turut.
Kantor Hak Kekayaan Intelektual Korea (KIPO) mengungkapkan pada tanggal 31 Maret 2025 bahwa permohonan paten Korea melalui PCT (Perjanjian Kerja Sama Paten) pada tahun 2024 mencapai 23.851 paten. Angka ini meningkat 7,1% dibanding tahun 2023.
Korea berada di peringkat keempat Korea dalam jumlah permohonan paten setelah Tiongkok, Amerika Serikat, dan Jepang.
Beberapa negara di peringkat lima besar mengalami penurunan jumlah permohonan paten sebesar 2,8% untuk AS, 1,2% untuk Jepang, dan 1,3% untuk Jerman. Hanya Korea yang berhasil mencetak peningkatan permohonan jumlah paten yang cukup tinggi.
Dua perusahaan Korea masuk ke dalam lima besar jumlah permohonan paten melalui PCT, yaitu Samsung Electronics di peringkat kedua dengan 4.640 paten dan LG Electronics di peringkat keempat dengan 2.083 paten.
Samsung Electronics berhasil memperlihatkan peningkatan jumlah permohonan paten sebesar 18,2% dibanding tahun 2023 sehingga membuatnya sebagai perusahaan dengan persentase peningkatan tertinggi di antara perusahaan-perusahaan lainnya yang masuk ke dalam daftar sepuluh besar.
Berdasarkan pemeringkatan jumlah paten dari universitas, empat universitas Korea berhasil masuk dalam daftar 20 besar. Keempatnya adalah Universitas Nasional Seoul (peringkat 15), Universitas Hanyang (15), Universitas Korea (18), dan Universitas Yonsei (20).
Jumlah permohonan paten internasional melalui PCT meningkat 0,5% sehingga mencapai total 273.900 paten.
Paten yang didaftarkan dengan Sistem Madrid pun meningkat 1,2% dan dengan Sistem Hague meningkat sebesar 10,3%.
KIPO dan WIPO saat ini bekerja sama untuk membantu perusahaan-perusahaan Korea yang akan masuk ke pasar internasional agar bisa menjaga hak kekayaan intelektualnya.