Kebijakan

2026.09.10

Presiden Lee Jae Myung (kanan) menemui Sekretaris Jenderal OECD, Mathias Cormann, pada tanggal 9 September 2026 (waktu setempat) di sebuah hotel yang terletak di Paris, Prancis.

Presiden Lee Jae Myung (kanan) menemui Sekretaris Jenderal OECD, Mathias Cormann, pada tanggal 9 September 2026 (waktu setempat) di sebuah hotel yang terletak di Paris, Prancis.



Penulis: Margareth Theresia
Foto: Cheong Wa Dae

Pada tanggal 9 September 2026 (waktu setempat) Presiden Lee Jae Myung merampungkan kunjungan kenegaraannya ke Prancis dan bertolak pulang ke Korea.

Pada hari terakhir kunjungannya, Presiden Lee bertemu dengan Ketua Majelis Nasional Prancis, Yael Braun-Pivet, dan menghadiri pertemuan makan siang bersama diaspora Korea di Prancis.

Setelah itu, ia bertemu dengan Sekretaris Jenderal Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD), Mathias Cormann.

Dalam rangka memperingati 30 tahun keanggotaan Korea di OECD, Presiden Lee dan Sekjen Cormann mengevaluasi berbagai pencapaian yang diraih melalui kontribusi timbal balik bagi perkembangan masing-masing selama tiga dekade terakhir. Keduanya juga membahas rencana kerja sama ke depan.

"Selama 30 tahun terakhir, OECD telah menjadi mitra penting dalam proses pembangunan ekonomi dan sosial Korea," kata Presiden Lee.

Ia menambahkan, "Berbekal pengalaman yang telah dihimpun di bidang ekonomi, sosial, serta ilmu pengetahuan dan teknologi, Korea akan terus berkontribusi secara aktif dalam diskusi dan kegiatan OECD untuk mewujudkan kemakmuran dunia dan meningkatkan kesejahteraan umat manusia."

Sekjen Cormann menilai bahwa pertumbuhan luar biasa Korea telah memberikan inspirasi besar bagi dunia. Korea teleh tumbuh dari negara penerima bantuan pembangunan menjadi negara donor dan kekuatan ekspor.

Ia juga mengapresiasi partisipasi aktif Korea dalam berbagai kegiatan OECD, termasuk perannya sebagai wakil ketua Pertemuan Dewan Menteri OECD (MCM) pada tahun 2026.

Presiden Lee dan Sekjen Cormann sepakat bahwa diperlukan solusi bersama berbasis analisis objektif untuk menghadapi berbagai tantangan kompleks, seperti perubahan demografi, pertumbuhan ekonomi yang rendah, inovasi teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), dan penataan ulang rantai pasok.

Keduanya juga sepakat menjajaki bentuk kerja sama untuk mengembangkan sumber pertumbuhan masa depan pada era AI.


Presiden Lee Jae Myung dan Ibu Negara Kim Hea Kyung berfoto bersama sambil memegang buket bunga pemberian anak penyambut dalam pertemuan makan siang dengan diaspora Korea di Prancis yang digelar pada tanggal 9 September 2026 (waktu setempat) di Paris, Prancis.

Presiden Lee Jae Myung dan Ibu Negara Kim Hea Kyung berfoto bersama sambil memegang buket bunga pemberian anak penyambut dalam pertemuan makan siang dengan diaspora Korea di Prancis yang digelar pada tanggal 9 September 2026 (waktu setempat) di Paris, Prancis.


Sebelumnya, Presiden Lee dan Ibu Negara Kim Hea Kyung menghadiri pertemuan makan siang dengan diaspora Korea di Prancis yang diselenggarakan untuk memperingati 140 tahun hubungan diplomatik Korea-Prancis sekaligus mendorong perkembangan baru dalam hubungan bilateral kedua negara.

Sebanyak 130 anggota komunitas Korea menghadiri acara tersebut, termasuk perwakilan Asosiasi Warga Korea di Prancis, Asosiasi Perempuan Korea di Prancis (KOWIN Prancis), Asosiasi Generasi Muda Korea di Prancis, dan organisasi warga Korea yang diadopsi di luar negeri.

Hadir pula anggota Dewan Penasihat Reunifikasi Damai serta tokoh dari bidang agama, seni, dan pendidikan.

Presiden Lee mengatakan, "Bidang kerja sama yang ingin dijalin berbagai negara dengan Korea semakin beragam, mulai dari industri berteknologi tinggi hingga budaya dan seni."

Ia menekankan, "Perwakilan diplomatik Korea di luar negeri harus menjadi pusat yang mendukung ekspansi perusahaan Korea ke pasar global sekaligus penyebaran budaya Korea."


Presiden Lee Jae Myung bertemu dengan Ketua Majelis Nasional Prancis Yael Braun-Pivet pada tanggal 9 September 2026 di Paris, Prancis.

Presiden Lee Jae Myung bertemu dengan Ketua Majelis Nasional Prancis Yael Braun-Pivet pada tanggal 9 September 2026 di Paris, Prancis.


Sebelum menghadiri pertemuan dengan diaspora Korea di Prancis, Presiden Lee menemui Ketua Majelis Nasional Prancis Yael Braun-Pivet.

Ia menekankan pentingnya peran parlemen dalam memajukan demokrasi serta meminta perhatian dan kerja sama Majelis Nasional Prancis untuk membawa hubungan Korea-Prancis ke tingkat yang lebih tinggi.

Ketua Majelis Nasional Prancis, Braun-Pivet, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Presiden Lee ke Majelis Nasional Prancis.

Ia mengatakan, "Kunjungan ini sangat bermakna karena Presiden Lee menunjukkan perhatian khusus terhadap peran parlemen sebagai representasi demokrasi."

Presiden Lee menegaskan, "Di tengah ancaman terhadap demokrasi di berbagai belahan dunia, inti demokrasi adalah memastikan aspirasi rakyat tercermin dalam proses politik. Parlemen memegang peran penting dalam proses tersebut."

Ia melanjutkan, "Potensi perluasan kerja sama Korea dan Prancis sangat besar di berbagai bidang, seperti perdagangan, investasi, teknologi maju, dan kebijakan sosial. Kerja sama yang erat antara parlemen kedua negara diperlukan untuk memajukan hubungan bilateral."

Kedua pihak kemudian membahas upaya memperluas pertukaran budaya dan antarmasyarakat serta sepakat meningkatkan pertukaran dan komunikasi antara parlemen kedua negara.


margareth@korea.kr

konten yang terkait