Kebijakan

2026.09.09

Presiden Lee Jae Myung menghadiri KTT Korea-Prancis bersama Presiden Prancis, Emmanuel Macron, pada tanggal 8 September (waktu setempat) di Istana Elysee, Paris, Prancis. (Cheong Wa Dae)

Presiden Lee Jae Myung menghadiri KTT Korea-Prancis bersama Presiden Prancis, Emmanuel Macron, pada tanggal 8 September (waktu setempat) di Istana Elysee, Paris, Prancis. (Cheong Wa Dae)



Penulis: Lee Ji Yae

Korea dan Prancis memperluas cakupan kerja sama dengan menyepakati 16 dokumen yang terdiri atas perjanjian dan nota kesepahaman (MoU) dalam momentum kunjungan kenegaraan Presiden Lee Jae Myung ke Prancis.

Dari jumlah tersebut, sembilan dokumen dipertukarkan dalam upacara yang disaksikan kedua presiden seusai KTT (konferensi tingkat tinggi) Korea-Prancis yang digelar pada tanggal 9 September 2026 (waktu setempat).

Kunjungan kenegaraan Presiden Lee kali ini merupakan kunjungan balasan atas kunjungan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Korea pada April 2026.

Presiden Lee terlebih dahulu menghadiri jamuan makan siang empat mata dengan Presiden Macron selama dua jam di Istana Elysee, Paris, Prancis. Setelah itu, delegasi Korea dan Prancis bergabung dalam KTT dengan format yang diperluas.

Dalam upacara penandatanganan seusai pertemuan tersebut, Korea dan Prancis menandatangani delapan MoU yang mencakup bidang pertahanan, penerbangan, kecerdasan buatan (AI), semikonduktor/teknologi kuantum, energi nuklir, daya saing industri, kekayaan intelektual, antariksa, serta kebudayaan.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan perjanjian investasi antara Samsung Electronics dengan perusahaan AI Prancis, Mistral AI.

Korea dan Prancis juga menandatangani protokol perubahan atas Perjanjian Perlindungan Informasi Militer Rahasia yang disepakati pada tahun 2001.

Perubahan tersebut mencerminkan sistem klasifikasi rahasia Prancis yang baru sekaligus menambahkan ketentuan mengenai kewenangan untuk membatasi akses terhadap informasi militer rahasia sehingga keamanan informasi dapat diperkuat secara signifikan.

Melalui perubahan tersebut, Korea dan Prancis menyempurnakan sistem perukaran informasi militer sekaligus memperkuat landasan kelembagaan untuk memperdalam kerja sama pertahanan.

Kedua presiden juga sepakat untuk segera merampungan Perjanjian Dukungan Logistik Timbal Balik.

Kerja sama konkret di bidang teknologi maju juga mulai diwujudkan. Sebagai tindak lanjut atas surat kehendak kerja sama yang ditandatangani pada April 2026, Korea dan Prancis menandatangani MoU kerja sama di bidang AI, semikonduktor, dan teknologi kuantum.

Rencana kerja sama tersebut mencakup perluasan akses perusahaan rintisan AI Korea dan Prancis ke masing-masing negara serta dorongan aktif terhadap penelitian dan pengembangan (litbang) bersama antara perusahaan dan lembaga riset.

Setelah menyampaikan pernyataan pers bersama, Presiden Lee dan Presiden Macron menuju Wisma Tamu Marigny untuk menghadiri pertemuan Meja Bundar Bisnis Korea-Prancis yang diikuti 20 perusahaan dari Korea maupun Prancis.

Kedua presiden bertemu dengan para pelaku usaha dan mendorong peningkatan pertukaran serta investasi antarperusahaan dari kedua negara.


ljyhwa@korea.kr

konten yang terkait