Kebijakan

2026.09.04

  Presiden Lee Jae Myung akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Prancis pada tanggal 6-9 September 2026 atas undangan Presiden Prancis, Emmanuel Macron. Foto menunjukkan Presiden Lee (kanan) berbincang dengan Presiden Macron sambil berjalan dalam upacara penyambutan resmi di Cheong Wa Dae pada tanggal 3 April 2026. Upacara tersebut digelar dalam rangka kunjungan kenegaraan Presiden Macron ke Korea. (Cheong Wa Dae)

Presiden Lee Jae Myung akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Prancis pada tanggal 6-9 September 2026 atas undangan Presiden Prancis, Emmanuel Macron. Foto menunjukkan Presiden Lee (kanan) berbincang dengan Presiden Macron sambil berjalan dalam upacara penyambutan resmi di Cheong Wa Dae pada tanggal 3 April 2026. Upacara tersebut digelar dalam rangka kunjungan kenegaraan Presiden Macron ke Korea. (Cheong Wa Dae)



Penulis: Xu Aiying

Presiden Lee Jae Myung akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Prancis pada tanggal 6-9 September 2026 atas undangan Presiden Prancis, Emmanuel Macron.

Penasihat Keamanan Nasional, Wi Sung-lac, menyampaikan hal tersebut dalam pengarahan mengenai lawatan luar negeri Presiden yang digelar di Cheong Wa Dae pada tanggal 4 September 2026.

Ia menjelaskan, "Kunjungan ini terlaksana setelah Presiden Macron yang berkunjung ke Korea pada April lalu mengundang Presiden Lee untuk menjadi ketua bersama Lumiere Summit dan mengusulkan agar Presiden Lee melakukan kunjungan kenegaraan ke Prancis pada kesempatan tersebut."

Lumiere Summit merupakan konferensi tingkat tinggi internasional di bidang perfilman dan audiovisual.

Acara yang dipimpin oleh kepala negara Korea dan Prancis tersebut akan digelar di Saint-Paul-de-Vence, Prancis, serta dihadiri oleh 150 tokoh terkemuka yang diundang dari sekitar 30 negara.

Presiden Lee akan tiba di Prancis pada malam hari tanggal 6 September 2026 (waktu setempat) dan menghadiri Lumiere Summit pada tanggal 7 September 2026.

Wi mengatakan, "Dalam Lumiere Summit, Korea selaku negara ketua bersama akan memimpin pembahasan mengenai masa depan industri perfilman dan audiovisual global bersama Prancis, negara yang memelopori lahir dan berkembangnya industri perfilman."

Ia melanjutkan, "Korea juga akan semakin memperluas landasan bagi konten Korea dan perusahaan Korea untuk memasuki pasar Eropa dan global."

Presiden Lee akan menjalani serangkaian agenda bilateral di Paris selama dua hari mulai tanggal 8 September 2026.

Di Istana Elysee, Presiden Lee akan menghadiri jamuan makan siang empat mata dengan Presiden Macron. Keduanya kemudian akan mengikuti KTT dalam format yang diperluas bersama delegasi kedua negara.

Kedua presiden akan membahas upaya memperkuat kerja sama di berbagai bidang teknologi maju, seperti kecerdasan buatan (AI), antariksa, energi nuklir, dan bioteknologi.

Mereka juga akan membicarakan peningkatan program pertukaran pemuda serta pertukaran di bidang sains dan teknologi.

Pada hari yang sam, Presiden Lee juga akan menghadiri acara Meja Bundar Bisnis Korea-Prancis yang diikuti oleh lebih dari 20 perusahaan dari kedua negara.

Pada malam harinya, Presiden Lee akan menghadiri jamuan makan malam kenegaraan yang diselenggarakan oleh Presiden Macron beserta istri di Istana Elysee.

Pada tanggal 9 September 2026 Presiden Lee akan menjalani sejumlah agenda, antara lain bertemu dengan Ketua Majelis Nasional Prancis, Yael Braun-Pivet; menghadiri jamuan makan siang dan dialog bersama diaspora Korea di Prancis; serta bertemu dengan Sekretaris Jenderal Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD), Mathias Cormann.

Wi mengatakan, "Berdasarkan kepercayaan dan persahabatan yang telah dibangun Korea dan Prancis selama 140 tahun terakhir, kami akan mempersiapkan kunjungan kenegaraan ini dengan sebaik-baiknya."

Ia menambahkan bahwa kunjungan tersebut diharapkan menjadi titik awal baru untuk semakin memperkuat landasan hubungan kedua negara selama 140 tahun mendatang.


xuaiy@korea.kr

konten yang terkait