Woochi Bot merupakan salah satu contoh robot humanoid yang berfungsi untuk menampilkan pertunjukan dengan menampilkan tarian.
Penulis: Margareth Theresia
Foto: Margareth Theresia
Kecerdasan buatan (AI) kini sudah makin berkembang dengan melampaui dunia digital ke era physical AI.
Perkembangan teknologi membuat AI digunakan untuk mengembangkan entitas fisik yang mampu menganalisis keadaan sekitar dan bergerak dengan mengambil keputusan berdasarkan algoritma yang telah dipelajari. Teknologi inilah yang disebut sebagai physical AI.
Sebelumnya, AI berpusat pada data digital yang berbasis pada teks, citra, dan rekaman suara. Akan tetapi, physical AI kini mulai digunakan di kehidupan sehari-hari, mulai dalam bidang manufaktur, distribusi, keamanan, pertahanan nasional, hingga tanggapan terhadap bencana alam.
Persaingan di dunia AI pun kini bukan lagi "seberapa banyak hal yang diketahui," melainkan "bagaimana bertindak secara aman di dunia nyata."
Potret robot yang sedang berlatih untuk pekerjaan meletakkan kaleng di kotak pada tanggal 21 Mei 2026 di MAUM.AI, Kota Seongnam, Provinsi Gyeonggi.
Persaingan teknologi AI global membuat pemerintah Korea pun bergerak untuk mendorong kemajuan teknologi Korea.
Kementerian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Informasi mengundang media asing pada tanggal 21 Mei 2026 untuk mengikuti tur dalam rangka memperkenalkan perkembangan terkini teknologi physical AI di Korea serta teknologi JINDO BOT yang merupakan robot berkaki empat ala Korea.
Kementerian mengundang para wartawan asing pada hari itu untuk mengunjungi perusahaan rintisan ternama dalam bidang physical AI di Korea, yaitu MAUM.AI.
Perusahaan tersebut membangun ekosistem physical AI terpadu yang menghubungkan model fondasi AI, perangkat edge, robot otonom, dan solusi kendali terpadu.
MAUM.AI mendapatkan perhatian karena pabrik data physical AI pertama di Korea yang dibangun untuk mengumpulkan, menganalisia, dan melatih robot industri dengan menggunakan data generatifnya.
Di tempat tersebut, model AI dilatih dengan menggunakan data video yang diambil melalui kamera yang dipasang di robot dengan data gerakan nyata yang dilatih ke robot tersebut.
Ekosistem pelatihan tersebut dibangun dengan tiga tahapan, yaitu simulasi virtual, uji coba robot di lingkungan nyata, serta penerapan di lapangan komersial.
CEO MAUM.AI, Yoo Taejoon, menjelaskan, "Proses pelatihan tersebut sama dengan manusia yang akhirnya bisa memegang barang setelah melakukan latihan secara berulang kali."
Physical AI pun sebetulnya kini sudah diterapkan di berbagai industri. Mesin otonom sudah digunakan di industri pertanian untuk bergerak menyemprotkan pestisida dengan bergerak menghindari pepohonan di kebun buah.
Selain itu, pengembangan alat yang mampu membersihkan kotoran secara otomatis di area peternakan juga terus digencarkan.
JINDO BOT merupakan robot berkaki empat yang diproduksi dengan teknologi Korea dan mampu bergerak dengan memahami perintah dari manusia.
Salah satu robot produksi MAUM.AI yang menjadi kebanggaan adalah JINDO BOT yang mampu bergerak sendiri tanpa dikendalikan oleh manusia.
JINDO BOT dirancang untuk melakukan tugas-tugas yang dibutuhkan di bidang industri dengan melakukan patroli di dalam maupun luar ruangan, mendeteksi adanya penyusupan maupun kebakaran, serta mengawasi keadaan pada malam hari.
MAUM.AI berencana akan mengembangkan seri JINDO BOT untuk digunakan dalam bidang keamanan, distribusi, pemeriksaan fasilitas, patroli fasilitas militer, dan pengawasan daerah berbahaya sehingga bisa digunakan untuk pertahanan nasional dan tanggapan bencana.
Selain itu, terdapat pula robot humanoid bernama Woochi Bot yang dilatih untuk dapat menari agar bisa menampilkan pertunjukan di berbagai acara.
Yoo mengungkapkan, "Kami pun akan mengembangkan jenis robot humanoid yang akan bisa membantu lansia hingga menjaga anak-anak."
margareth@korea.kr