Presiden Lee Jae Myung berbicara dalam laporan kerja berbagai kementerian yang digelar pada tanggal 4 Agustus 2026 di Yeongbingwan, Cheong Wa Dae. (Cheong Wa Dae)
Penulis: Lee Ji Yae
Kementerian Perindustrian, Perdagangan, dan Sumber Daya akan mempercepat pelaksanaan tiga megaproyek untuk membawa Korea masuk ke jajaran lima besar pengekspor dunia.
Selain itu, kementerian pun akan mendorong transformasi kecerdasan buatan (AI) di sektor manufaktur serta mendorong dana keamanan industri dan sumber daya.
Kementerian mengumumkan rencana kebijakan industri dan perdagangan tersebut dalam laporean kerja yang digelar pada tanggal 4 Agustus 2026 di Yeongbingwan, Cheong Wa Dae.
Kementerian menyatakan pembangunan kompleks industri umum Klaster Semikonduktor Yongin akan dipercepat 12 tahun dari rencana awal, sementera kompleks industri nasional akan dipercepat delapan tahun.
Oleh karena itu, kompensasi lahan Kompleks Industri Nasional Yongin akan diselesaikan dalam tahun 2026 dengan target fasilitas fabrikasi (fab) mulai beroperasi pada tahun 2029.
Infrastruktur pasokan listrik dan air juga akan segera dibangun sesuai dengan jadwal proyek yang telah direvisi.
Pemerintah juga akan mendorong pengesahan Undang-undang Kawasan Khusus Mega dan Undang-undang Khusus Kompleks Industri RE100 untuk memberikan landasan hukum bagi investasi pada mesin pertumbuhan di setiap kawasan serta pelaksanaan tiga megaproyek.
Korea juga akan mempercepat upaya untuk membawa Korea masuk ke dalam jajaran lima besar pengekspor dunia sekaligus membangun fondasi ekspor senilai satu triliun dolar.
Di sektor distribusi, pemerintah akan mendukung produk dan platform untuk berekspansi ke pasar internasional.
Dalam bidang pemasaran, pemerintah akan membuka jalur penjualan yang disesuaikan dengan kondisi setiap negara, sementara penerbitan sertifikasi luar negeri di Korea akan diperluas.
Pemerintah akan menyediakan pembiayaan perdagangan sebesar 18 triliun won pada tahun 2026 serta total 127 triliun won hingga tahun 2030 untuk sejumlah produk strategis, seperti industri pertahanan, tenaga nuklir, dan kelistrikan.
Pemerintah juga akan mendorong amandemen Undang-undang Badan Promosi Perdagangan dan Investasi Korea (KOTRA) serta Undang-undang Asuransi Perdagangan guna mendiversifikasi program dukungan ekspor dan memperluas pembiayaan perdagangan.
Transformasi AI di sektor manufaktur akan digencarkan dengan mendata pengetahuan para tenaga ahli di 30 lokasi manufaktur untuk mengembangkan model AI yang mempelajari pengalaman dan keahlian para pakar manufaktur.
Selain itu, robot humanoid akan diujicoba untuk melakukan pekerjaan berbahaya dan tugas sederhana yang berulang di sepuluh lokasi, seperti industri baja dan semikonduktor.
Keamanan industri dan sumber daya pun diperkuat dengan pembentukan Dana Keamanan Industri dan Sumber Daya untuk mendukung pengamanan mineral kritis, memperbesar cadangan minyak, serta mendiversifikasi sumber impor minyak mentah.
Melalui langkah tersebut, sistem pasokan energi dan sumber daya yang selama ini berorientasi pada efisiensi jangka pendek akan dialihkan menjadi sistem keamanan sumber daya panjang.
Tak hanya itu, kementerian juga akan membentuk Tim Inovasi Capaian Kebijakan (nama sementara) untuk mempercepat pencapaian hasil dari berbagai kebijakan utama.
ljyhwa@korea.kr