Kementerian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Informasi serta Kementerian Perindustrian, Perdagangan, dan Sumber Daya mengungkapkan bahwa nilai ekspor industri TIK pada Mei 2026 tercatat sebesar 47,79 miliar dolar. Foto di atas menunjukkan kontainer yang menumpuk di Pelabuhan Pyeongtaekhang. (Yonhap News)
Penulis: Koh Hyunjeong
Nilai ekspor industri teknologi informasi dan komunikasi (TIK) berhasil memecahkan rekor berkat lonjakan ekspor semikonduktor, komputer, dan perangkat periferal seiring dengan meningkatnya investasi infrastruktur kecerdasan buatan.
Ekspor TIK mencatatkan kinerja tertinggi sepanjang sejarah dengan melampaui angka 40 miliar dolar selama tiga bulan berturut-turut. Neraca perdagangan pun membukukan surplus terbesar sepanjang sejarah.
Kementerian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Informasi serta Kementerian Perindustrian, Perdagangan, dan Sumber Daya mengungkapkan bahwa nilai ekspor industri TIK pada Mei 2026 tercatat sebesar 47,79 miliar dolar.
Nilai ekspor tersebut meningkat sebesar 128,9% jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya (YoY).
Impor industri TIK tercatat meningkat sebesar 36% YoY sehingga mencapai 15,7 miliar dolar. Oleh karena itu, neraca perdagangan mencatatkan surplus sebesar 32 miliar dolar.
Berdasarkan komoditas, ekspor semikonduktor melonjak sebesar 169,2% YoY menjadi 37,16 miliar dolar. Peningkatan permintaan semikonduktor memori akibat perluasan investasi server AI menjadi pendorong utama kinerja tersebut.
Ekspor komputer dan perangkat periferal meroket sebesar 259,6% ke angka 4,33 miliar dolar berkat meningkatnya permintaan SSD (Solid-State Drive) yang merupakan perangkat penyimpanan berbasis semikonduktor.
Ekspor telepon seluler, layar, dan peralatan telekomunikasi juga meningkat sehingga turut menopang kinerja ekspor TIK.
Berdasarkan tujuan ekspor, pertumbuhan terlihat solid di pasar-pasar utama, seperti Tiongkok (19,51 miliar dolar), Amerika Serikat (8,11 miliar dolar), dan Vietnam (6,77 miliar dolar).
Tren peningkatan yang merata juga berlanjut di Taiwan, Uni Eropa, India, dan Jepang.
hjkoh@korea.kr