Kebijakan

2026.07.31

Presiden Lee Jae Myung dan Presiden Cili, Jose Antonio Kast, berdialog pada tanggal 30 Juli 2026(waktu setempat) di Istana La Moneda, Santiago, Cili. (Cheong Wa Dae)

Presiden Lee Jae Myung dan Presiden Cili, Jose Antonio Kast, berdialog pada tanggal 30 Juli 2026 (waktu setempat) di Istana La Moneda, Santiago, Cili. (Cheong Wa Dae)



Penulis: Hong Angie

Presiden Lee Jae Myung dan Presiden Cili, Jose Antonio Kast, menggelar KTT (Konferensi Tingkat Tinggi) Korea-Cili pada tanggal 30 Juli 2026 (waktu setempat) di Istana La Moneda, Santiago, Cili. Presiden Lee merupakan presiden Korea pertama yang mengunjungi Cili dalam sebelas tahun terakhir.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Lee dan Presiden Kast menyepakati serangkaian langkah kerja sama berskala luas yang berfokus pada modernisasi Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) Korea-Cili dan penguatan rantai pasok mineral kritis.

Hal tersebut diungkapkan oleh Juru Bicara Kantor Kepresidenan Republik Korea, Kang Yu-jung, melalui pengarahan tertulis pada tanggal 31 Juli 2026.

Korea dan Cili pun telah sepakat untuk mengaktifkan kembali pertukaran tingkat tinggi dan memberikan momentum baru bagi hubungan kemitraan strategis.

Presiden Lee menekankan hubungan istimewa antara Korea dengan Cili sembari menyebutkan bahwa Cili merupakan negara pertama di Amerika Selatan yang mengakui pemerintah Republik Korea pada tahun 1949. Selain itu, Cili juga merupakan negara pertama yang menjalin FTA dengan Korea.

Presiden Kast pun mengapresiasi pesatnya pertumbuhan ekonomi dan kemampuan teknologi Korea serta menyampaikan harapannya untuk memperluas kerja sama dalam industri masa depan, seperti melalui transformasi digital.

Kedua presiden sepakat untuk memperkuat kerja sama konkret dalam berbagai bidang, seperti perdagangan, investasi, mineral kritis, infrastruktur, dan industri pertahanan. Hal tersebut bertujuan untuk merespons gangguan rantai pasok global dan proteksionisme perdagangan.

Keduanya pun setuju untuk memodernisasi FTA Korea-Cili yang telah berlaku selama lebih dari 20 tahun agar sesuai dengan perubahan lingkungan perdagangan, seperti perdagangan digital, kecerdasan buatan (AI), dan rantai pasok.

Oleh karena itu, Komite Perdagangan Bebas FTA Korea-Cili tingkat menteri yang telah terhenti sejak tahun 2016, akan diaftikan kembali.

Korea dan Cili kemudian menandatangani lima nota kesepahaman (MoU), salah satunya adalah MoU Kemitraan Sumber Daya Mineral antara Kementerian Perindustrian, Perdagangan, dan Sumber Daya Korea dengan Kementerian Pertambangan Cili.

Kesepakatan tersebut bertujuan untuk menjaga kestabilan pasokan mineral kritis dari Cili yang memiliki cadangan tembaga terbesar di dunia dan cadangan litium terbesar kedua di dunia.

MoU itu tidak hanya mencakup pengembangan sumber daya, tetapi juga kerja sama di seluruh rantai nilai mineral, mulai dari pertukaran informasi dan sumber daya manusia, hingga survei geologi dan eksplorasi bersama, serta pengolahan, peleburan, dan daur ulang.

Selain itu, Presiden Lee dan Presiden Kast pun sepakat untuk meningkatkan status Komite Kerja Sama Sumber Daya yang selama ini beroperasi pada tingkat wakil menteri menjadi menteri serta menyelenggarakan rapat secara berkala.

Saluran kerja tingkat direktur jenderal juga akan dibentuk di bawah komite tersebut untuk melanjutkan koordinasi secara konkret.

Dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, Korea dan Cili akan memperluas pertukaran kebijakan AI, penelitian astronomi di Gurun Atacama, serta kerja sama infrastruktur penelitian Antarktika.


Presiden Lee Jae Myung dan Presiden Cili, Jose Antonio Kast, menyampaikan konferensi pers bersama pada tanggal 30 Juli 2026 (waktu setempat) di Istana La Moneda, Santiago, Cili. (Yonhap News)

Presiden Lee Jae Myung dan Presiden Cili, Jose Antonio Kast, menyampaikan konferensi pers bersama pada tanggal 30 Juli 2026 (waktu setempat) di Istana La Moneda, Santiago, Cili. (Yonhap News)


Setelah menyelesaikan agenda KTT, Presiden Lee menghadiri Meja Bundar Bisnis Korea-Cili yang digelar disebuah hotel di Kota Santiago.

Bersama lebih dari 30 orang pengusaha terkemuka dari Korea dan Cili, Presiden Lee membahas cara memperluas kerja sama ekonomi di sektor-sektor pertumbuhan masa depan.

Dalam pidato utamanya, Presiden Lee mengatakan, "Cili sebagai salah satu produsen litium dan tembaga terbesar di dunia serta Korea yang memiliki daya saing manufaktur maju dalam bidang bateri, semikonduktor, dan AI, merupakan mitra terbaik untuk mewujudkan pertumbuhan bersama.

Ia lalu mendorong perluasan model kerja sama yang saling menguntungkan antarpelaku usaha Korea dan Cili.

Para pengusaha kemudian membahas beragam langkah kerja sama konkret, seperti usaha bersama LS dengan badan usaha milik negara Cili, kerja sama Hanwha dalam industri pertahanan dan galangan kapal, pembangunan ekosistem AI oleh Naver, serta perluasan jaringan distribusi produk makanan dan kecantikan Korea oleh usaha kecil dan menengah.

Sementara itu, Korea dan Cili juga sepakat untuk bekerja sama erat guna menyukseskan Konferensi Kelautan Perserikatan Bangsa-bangsa Keempat pada tahun 2028 yang akan diselenggarakan bersama oleh keduanya.

Korea dan Cili turut berkomitmen untuk memperluas pertukaran budaya antarmasyarakat serta memberikan dukungan bagi keamanan dan proses adaptasi komunitas warga Korea di Cili.


shong9412@korea.kr

konten yang terkait