Presiden Lee Jae Myung terlihat sedang menyampaikan sambutan dalam Forum Meja Bundar Bisnis Korea-Brasil yang digelar pada tanggal 28 Juli 2026 (waktu setempat) di sebuah hotel yang terletak di Sao Paulo, Brasil.
Penulis: Hong Angie
Foto: Cheong Wa Dae
Presiden Lee Jae Myung menghadiri Forum Meja Bundar Bisnis Korea-Brasil yang digelar pada tanggal 28 Juli 2026 (waktu setempat) di sebuah hotel yang terletak di Sao Paulo, Brasil.
Presiden Lee yang sedang melakukan kunjungan kenegaraan ke Brasil itu pun mengusulkan sejumlah langkah untuk memperkuat kerja sama bilateral dalam industri berteknologi tinggi dan strategis.
Ia menyebutkan tiga pilar utama dalam pertumbuhan masa depan Korea dan Brasil, yaitu pengembangan bersama pesawat komersial generasi mendatang, kerja sama rantai pasok mineral kritis, serta ekspansi produk kecantikan Korea.
Presiden Lee menekankan, "Merupakan hal yang sangat berarti dapat membahas kerja sama masa depan Korea dan Brasil di Sao Paulo yang merupakan jantung perekonomian Amerika Selatan."
Ia menambahkan, "Jika kalangan pengusaha Korea maupun Brasil menyatukan kekuatan, kita dapat tumbuh bersama sebagai negara kuat dalam manufaktur pesawat, mitra utama dalam kerja sama rantai pasok, serta pemimpin pasar kecantikan global."
Terkait kerja sama dalam bidang penerbangan sipil, Presiden Lee mengusulkan agar Korea dan Brasil sama-sama memimpin pasar penerbangan global dengan memadukan keunggulan teknologi dan manufaktur Korea dengan kemampuan Brasil yang berkelas dunia dalam memproduksi pesawat komersial berukuran kecil dan menengah.
Presiden Lee lalu menyampaikan, "Brasil merupakan negara yang kaya akan nikel dan bijih besi yang merupakan sumber daya penting bagi industri berteknologi termutakhir serta menjadi negara terdepan dalam pasar energi bersih dan bioetanol."
Ia melanjutkan, "Jika teknologi inovatif Korea dipadukan dengan kekayaan sumber daya energi Brasil, kita dapat menjadi mitra terbaik dalam membangun rantai pasok yang stabil."
Presiden Lee juga menyingung mengenai popularitas produk kecantikan Korea di Brasil serta perlunya untuk memperluas percakupan perdagangan antara kedua negara.
Ia mengatakan, " Di tengah ketidakpastian global akibat revolusi kecerdasan buatan (AI) dan restrukturasi rantai pasok, sangat penting untuk menjalin kemitraan yang dapat menciptakan sinergi dengan memanfaatkan keunggulan masing-masing."
Potret Meja Bundar Bisnis Korea-Brasil yang digelar pada tanggal 28 Juli 2026 (waktu setempat) di sebuah hotel yang terletak di Sao Paulo, Brasil.
Setelah menyelesaikan rangkaian kunjungannya di Brasil, Presiden Lee tiba di Cili pada tanggal 29 Juli 2026 (waktu setempat).
Ia memulai agenda resmi sebagai presiden Korea pertama yang mengunjungi Cili dalam sebelas tahun terakhir.
Melalui kunjungan tersebut, kerja sama ekonomi Korea dengan Cili diharapkan dapat ditingkatkan ke tahap berikutnya, terutama dalam rantai pasok mineral kritis dan energi.
Cili merupakan negara pertama yang menandatangani perjanjian perdagangan bebas (FTA) pertama dengan Korea.
Korea dan Cili akan mengaktifkan kembali saluran komunikasi tingkat tinggi untuk mendorong kerja sama konkret dalam sejumlah bidang, seperti industri pertahanan dan infrastruktur.
Selain itu, Presiden Lee pun akan menggelar Forum Meja Bundar Bisnis Korea-Cili untuk menjajaki kerja sama dalam berbagai industri masa depan, seperti AI dan energi ramah lingkungan.
shong9412@korea.kr