Kebijakan

2026.06.30

Presiden Lee Jae Myung berpidato dalam Laporan Publik Tiga Proyek Mega Lompatan Besar Korea yang digelar pada tanggal 29 Juni 2026 di Cheong Wa Dae, Jongno-gu, Seoul. Dari kiri ke kanan: Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Ekonomi dan Keuangan, Koo Yun Cheol; Presiden Direktur Samsung Electronics, Lee Jae-yong; Presiden Lee; Presiden Direktur Grup SK, Chey Tae-won; dan Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Informasi, Bae Kyunghoon. (Cheong Wa Dae0

Presiden Lee Jae Myung berpidato dalam Laporan Publik Tiga Proyek Mega Lompatan Besar Korea yang digelar pada tanggal 29 Juni 2026 di Cheong Wa Dae, Jongno-gu, Seoul. Dari kiri ke kanan: Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Ekonomi dan Keuangan, Koo Yun Cheol; Presiden Direktur Samsung Electronics, Lee Jae-yong; Presiden Lee; Presiden Direktur Grup SK, Chey Tae-won; dan Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Informasi, Bae Kyunghoon. (Cheong Wa Dae0



Penulis: Margareth Theresia

Pemerintah Korea secara resmi meluncurkan Tiga Proyek Mega dengan menjadikan wilayah Jeolla, Chungcheong, dan Gyeongsang sebagai basis terdepan industri termutakhir. Total investasi yang digelontorkan mencapai 1.558 triliun won.

Presiden Lee Jae Myung mengumumkan hal tersebut saat memimpin Laporan Publik Tiga Proyek Mega Lompatan Besar Korea yang digelar pada tanggal 29 Juni 2026 di Cheong Wa Dae, Jongno-gu, Seoul.

Ia berkata, "Pada tahun kedua pemerintahan saya, saya akan menjadikan tahun ini sebagai awal bagi Korea yang tidak dapat digantikan oleh negara mana pun di dunia."

Ia menambahkan, "Tugas paling utama adalah melompat menuju Korea dengan daya saing super."

Dalam laporan hari itu, pemerintah memaparkan rencana investasi pemerintah dan swasta di tiga bidang utama, yaitu semikonduktor, physical AI, dan pusat data AI. Selain itu, diumumkan pula mengenai rencana perluasan infrastruktur terkait.

Dalam bidang semikonduktor, pemerintah akan mengembangkan wilayah Jeolla sebagai basis produksi kedua setelah kawasan ibu kota Seoul dan sekitarnya.

Untuk mencapai hal tersebut, 800 triliun won akan diinvestasikan di wilayah barat daya Korea guna membangun empat pabrik semikonduktor memori.

Sementara itu, wilayah Gyeongsang akan ditetapkan sebagai pusat inovasi material, komponen, dan peralatan guna memperkuat rantai pasok dari hulu hingga hilir.

Pemerintah berencana mengerahkan seluruh upaya untuk menguasai pasar potensial lebih awal dengan memberikan dukungan terpadu, mulai dari percepatan perizinan, penyediaan lahan, hingga infrastruktur inti.

Dalam bidang physical AI, pemerintah berencana untuk memaksimalkan sinergi antara industri manufaktur utama dengan robotika yang menjadi kekuatan Korea.

Dengan menilai tiga tahun ke depan sebagai masa emas yang menentukan kepemimpinan global, pemerintah memaparkan peta jalan konkret untuk menjadikan Korea sebagai pemimpin global utama di bidang pyhsical AI pada tahun 2030.

Beberapa hal yang akan dilakukan pemerintah adalah penyuntikan investasi fiskal yang berani dan penerapan regulatory sandbox yang belum pernah dilakukan sebelumnya.

Dalam bidang pusat data AI, perusahaan-perusahaan besar Korea, seperti SK, GS, dan Naver, akan ikut berpartisipasi dengan nilai investasi sebesar 550 triliun won.

Melalui kerja sama antara pemerintah dan swasta, Korea akan membangun klaster pusat data berskala besar tahap pertama dengan kapasitas total 8,4 GW yang tersebar di berbagai daerah sehingga mampu mendorong pembangunan daerah yang lebih seimbang.

Chipset AI dan solusi perangkat lunak buatan Korea juga akan diprioritaskan untuk diterapkan di pusat data guna meningkatkan kemandirian ekosistem AI nasional dan memperkuat daya saing global.

Presiden Lee menegaskan, "Pemerintah akan mengerahkan seluruh kemampuan agar investasi dari perusahaan-perusahaan dapat menghasilkan pertumbuhan yang lebih besar."

Ia menambahkan, "Pemerintah akan menuntaskan Revolusi Industri AI ala Korea yang dipimpin oleh daerah dan meluas ke dunia."


margareth@korea.kr

konten yang terkait