Presiden Lee Jae Myung (kedua dari kanan) menyampaikan pidato dalam sesi perluasan G7 yang digelar di Évian-les-Bains, Prancis, pada tanggal 16 Juni 2026 (waktu setempat).
Penulis: Charles Audouin
Foto: Cheong Wa Dae
Presiden Lee Jae Myung menghadiri sesi pertama pertemuan perluasan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kelompok Tujuh (G7) di Évian-les-Bains, Prancis, pada tanggal 16 Juni 2026 (waktu setempat).
Ia menekankan bahwa yang terpenting adalah berbagi manfaat dari kemajuan teknologi kecerdasan buatan (AI) dengan seluruh negara dan berkembang bersama.
Pertemuan tersebut diselenggarakan untuk membahas langkah-langkah memperkuat kerja sama pembangunan di tengah perubahan lingkungan global, termasuk menurunnya bantuan pembangunan internasional.
Selain negara-negara anggota G7 (Prancis, Amerika Serikat, Jepang, Inggris, Jerman, Kanada, Italia, dan Uni Eropa), pertemuan itu juga dihadiri para pemimpin dari lima negara undangan, yakni Korea, India, Brasil, Kenya, dan Mesir, serta Presiden Bank Dunia dan Presiden African Development Bank (AfDB).
Presiden Lee Jae Myung (ketiga dari kiri) berfoto bersama para pemimpin negara dalam acara KTT Kelompok Tujuh (G7) di Évian-les-Bains, Prancis, pada tanggal 16 Juni 2026 (waktu setempat).
Presiden Lee menegaskan bahwa meskipun revolusi AI merupakan tantangan baru sekaligus peluang pertumbuhan bagi umat manusia, banyak negara berkembang belum memiliki akses yang memadai terhadap peluang tersebut.
Ia menekankan perlunya mendukung negara-negara penerima bantuan agar kesenjangan teknologi antarnegara tidak berujung pada kesenjangan pertumbuhan.
Ia menjelaskan bahwa untuk tujuan tersebut, Korea telah mengusulkan visi Global AI Basic Society guna memastikan seluruh umat manusia dapat bersama-sama menikmati manfaat dari perkembangan teknologi AI.
Presiden Lee juga menekankan perlunya memaksimalkan dampak nyata kerja sama pembangunan dengan menyatakan bahwa keberhasilan kerja sama pembangunan tidak hanya bergantung pada besarnya dana yang dialokasikan, tetapi juga pada sejauh mana kehidupan masyarakat di negara penerima bantuan benar-benar berubah.
Terakhir, Presiden Lee menegaskan bahwa pemerintah Korea akan memenuhi tanggung jawab dan perannya dalam membangun kemitraan internasional berdasarkan pengalaman dan kapasitasnya sebagai negara yang telah berkembang dari penerima bantuan menjadi pemberi bantuan.
Pada hari yang sama, Prancis selaku ketua G7 mengadopsi tiga dokumen mengenai Kemitraan Internasional yang Saling Menguntungkan, Pemberantasan Kanker, dan Tanggapan terhadap Ebola. Pemerintah Korea menyatakan dukungannya terhadap ketiga dokumen tersebut.
Presiden Lee Jae Myung dan Kanselir Jerman Friedrich Merz berjabat tangan usai menggelar pertemuan bilateral di Évian-les-Bains, Prancis, lokasi berlangsungnya Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kelompok Tujuh (G7), pada tanggal 16 Juni 2026 (waktu setempat).
Presiden Lee juga menggelar pertemuan bilateral secara terpisah dengan Kanselir Jerman Friedrich Merz dan Perdana Menteri Kanada Mark Carney pada hari yang sama.
Dalam pertemuannya dengan Kanselir Merz, yang dijadwalkan mengunjungi Korea pada Oktober 2026, kedua pihak membahas potensi kerja sama industri pertahanan. Keduanya juga sepakat untuk memperluas kerja sama di berbagai bidang, termasuk AI dan energi, serta memperkuat koordinasi terkait isu-isu global seperti stabilitas rantai pasok dan penanganan krisis iklim.
Dalam pertemuannya dengan Perdana Menteri Carney, kerja sama di bidang keamanan, energi, dan sumber daya menjadi agenda utama. Presiden Lee menyatakan bahwa Korea siap berkontribusi secara aktif dalam memperkuat kapabilitas keamanan Kanada. Kedua negara juga sepakat untuk memperluas kerja sama yang saling menguntungkan di bidang minyak mentah, gas alam cair (LNG), dan mineral kritis.
Presiden Lee Jae Myung (kanan) dan Perdana Menteri Kanada Mark Carney menggelar pertemuan bilateral di Évian-les-Bains, Prancis, lokasi berlangsungnya Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kelompok Tujuh (G7), pada tanggal 16 Juni 2026 (waktu setempat).
Sementara itu, Presiden Lee juga bertukar pandangan secara singkat dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam acara penyambutan bagi negara-negara undangan KTT G7.
Ketika Presiden Trump menanyakan situasi hubungan antar-Korea, Presiden Lee meminta Presiden Trump agar turut berperan dalam penyelesaian damai isu Korea Utara, sebagaimana upaya yang telah dilakukan untuk menyelesaikan isu di Timur Tengah.
Kantor Kepresidenan Korea menyampaikan bahwa Presiden Trump menanggapi permintaan tersebut dengan menyatakan komitmennya untuk membantu penyelesaian isu Korea Utara.
caudouin@korea.kr