Kebijakan

2026.06.11

Dari kiri ke kanan: Kepala Departemen Perdagangan di Kementerian Perindustrian, Perdagangan, dan Sumber Daya, Yeo Han-koo; Presiden Lee Jae Myung; Presiden Dewan Eropa, Antonio Costa; Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen; serta Komisioner Eropa untuk Perdagangan dan Keamanan Ekonomi, Maros Sefcovic, berpose setelah menandatangani perjanjian kerja sama terkait perdagangan digital pada tanggal 10 Juni 2026 (waktu setempat) di kantor pusat Dewan Uni Eropa, Brussel, Belgia. (Facebook resmi Dewan Uni Eropa)

Dari kiri ke kanan: Kepala Departemen Perdagangan di Kementerian Perindustrian, Perdagangan, dan Sumber Daya, Yeo Han-koo; Presiden Lee Jae Myung; Presiden Dewan Eropa, Antonio Costa; Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen; serta Komisioner Eropa untuk Perdagangan dan Keamanan Ekonomi, Maros Sefcovic, berpose setelah menandatangani perjanjian kerja sama terkait perdagangan digital pada tanggal 10 Juni 2026 (waktu setempat) di kantor pusat Dewan Uni Eropa, Brussel, Belgia. (Facebook resmi Dewan Uni Eropa)



Penulis: Charles Audouin

Presiden Lee Jae Myung bertemu dengan pemimpin Uni Eropa dan Belgia untuk mempererat kerja sama dalama berbagai bidang serta memastikan tekad untuk mendorong denuklirisasi Semenanjung Korea.

Presiden Lee berdialog dengan Presiden Dewan Eropa, Antonio Costa, serta Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, pada tanggal 10 Juni 2026 (waktu setempat) di kantor pusat Dewan Uni Eropa, Brussel, Belgia.

Republik Korea dan Uni Eropa kemudian mengumumkan pernyataan bersama setelah pertemuan tingkat tinggi tersebut selesai.

Pernyataan tersebut berisi, "Kami menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas program nuklir dan rudal balistik Korea Utara serta menegaskan kembali komitmen terhadap denuklirisasi penuh Semenanjung Korea sesuai dengan resolusi Dewan Keamanan PBB (Perserikatan Bangsa-bangsa)."

Kedua belah pihak pun menekankan bahwa Korea Utara tidak akan pernah diakui sebagai negara pemilik senjata nuklir.

Korea dan Uni Eropa pun sepakat untuk memperluas kerja sama dalam bidang keamanan dan ekonomi.

Keduanya sepakat untuk mendorong perundingan guna menandatangani Perjanjian Perlindungan Informasi Rahasia yang memungkinkan pertukaran informasi sensitif.

Selain itu, Korea dan Uni Eropa juga menandatangani Perjanjian Perdagangan Digital untuk mengaktifkan perdagangan digital.

Perjanjian tersebut merupakan perjanjian perdagangan digital kedua yang ditandatangani Korea setelah sebelumnya bditandatangani dengan Singapura.

Korea dan Uni Eropa pun menandatangani Perjanjian Transfer Data Catatan Nama Penumpang untuk mencegah kejahatan lintas negara.

Presiden Lee mengatakan, "Landasan hukum telah disiapkan agar otoritas bea cukai Korea dapat memanfaatkan data reservasi penumpang dari maskapai penerbangan Uni Eropa."

Ia menambahkan, "Kami berharap dapat memperkuat kerja sama dalam pencegahan kejahatan lintas negara, seperti terorisme dan narkoba."

Setelah pertemuan dengan para pemimpin Uni Eropa tersebut, Presiden Lee mengunggah tulisan di Facebooknya.

Ia mengungkapkan, "Konferensi tingkat tinggi kali ini menjadi tonggak bersejarah penting yang dapat mendorong hubungan Korea dengan Uni Eropa selangkah lebih maju dalam potensi kerja sama tanpa batas di semua bidang."

Presiden Lee melanjutkan, "(Korea) memperluas kerja sama dengan Uni Eropa dan akan berusaha agar hal-hal yang didisuksikan dapat terwujud nyata."

Presiden Lee Jae Myung (kiri) berjabat tangan dengan Perdana Menteri Belgia, Bart De Wever, setelah KTT Korea-Belgia yang digelar pada tanggal 10 Juni 2026 (waktu setempat) di kediaman Perdana Menteri Belgia di Brussel. (laman Facebook resmi Presiden Lee Jae Myung)

Presiden Lee Jae Myung (kiri) berjabat tangan dengan Perdana Menteri Belgia, Bart De Wever, setelah KTT Korea-Belgia yang digelar pada tanggal 10 Juni 2026 (waktu setempat) di kediaman Perdana Menteri Belgia di Brussel. (laman Facebook resmi Presiden Lee Jae Myung)


Sebelumnya, Presiden Lee bertemu dengan Perdana Menteri Belgia, Bart De Wever, untuk mendiskusikan arah untuk memajukan hubungan bilateral.

Tahun 2026 merupakan tahun ke-125 jalinan hubungan diplomatik antara Korea dengan Belgia.

Presiden Lee dan PM De Wever sepakat untuk memperluas investasi dan kerja sama perusahaan-perusahaan Korea dan Belgia dalam bidang bahan baterai dan energi.

Oleh karena itu, keduanya sepakat untuk mendorong kerja sama hingga ke industri-industri strategis seperti semikonduktor.

Presiden Lee dan PM De Wever pun menandatangani nota kesepahaman dalam kerja sama perusahaan rintisan serta UKM agar perusahaan-perusahaa kecil dan menengah di kedua negara dapat lebih mudah masuk ke pasar internasional.

Presiden Lee pun menekankan pentingnya kerja sama dalam bidang penelitian dengan berkata, "Saat ini terdapat lebih dari 120 oranhg peneliti Korea di IMEC (lembaga penelitian semikonduktor dunia di Belgia) yang saat ini sedang meneliti bidang teknologi nano dan semikonduktor."

Setelah menyelesaikan seluruh jadwalnya di Belagia, Presiden Lee berangkat menuju negara kunjungan berikutnya, yaitu Italia.


caudouin@korea.kr

konten yang terkait