Presiden Lee Jae Myung (kanan) berjabat tangan dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dalam KTT Korea-AS yang digelar tanggal 29 Oktober 2025 di Kota Gyeongju, Provinsi Gyeongsangbuk.
Penulis: Aisylu Akhmetzianova
Foto: Cheong Wa Dae
Berbagai kata kunci yang digunakan oleh media asing dalam menilai satu tahun pemerintahan Lee Jae Myung antara lain adalah "negara kekuatan menengah yang mengedepankan diplomasi pragmatis," "negara kunci dalam rantai pasok kecerdasan buatan (AI) dan semikonduktor," serta "negara kuat dalam industri budaya."
Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata mengungkapkan hal tersebut pada tanggal 11 Juni 2026.
Kata kunci tersebut didapatkan melalui analisis terhadap 64.827 artikel berita terkait Korea yang diberitakan oleh 67 media asing dari 19 negara selama setahun terakhir dari tanggal 4 Juni 2025 hingga 4 Mei 2026.
Media-media asing tersebut memberitakan pemerintahan Presiden Lee dalam bidang politik/diplomasi (54,3%), perusahaan/industri (43,1%), ekonomi (40,4%), budaya )27,8%), serta teknologi dan teknologi informasi (23,9%).
Ungkapan yang paling sering digunakan dalam bidang diplomasi adalah "jalur diplomasi pragmatis."
The Washington Post menilai bahwa Seoul tengah berupaya menjaga keseimbangan diplomatik secara hati-hati.
Financial Times menyebut pendekatan tersebut sebagai diplomasi yang ditandai dengan pengendalian diri dan pragmatisme.
The Economist melaporkan bahwa Korea tengah mendorong kebijakan luar negeri yang lebih berimbang.
Pemerintah telah berhasil menjaga hubungan persahabatan yang kuat selama setahun terakhir dengan India dan negara-negara Asia Tenggara.
Korea juga dianggap memiliki hubungan yang baik dengan negara-negara utama, seperti Amerika Serikat, Tiongkok, dan Jepang.
Selain itu, laporan media asing terkait Korea meningkat lebih dari 50% saat KTT APEC (Konferensi Tingkat Tinggi Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik) yang digelar bulan Oktober 2025.
Saat itu berbagai media asing menyoroti Korea di tengan persaingan strategi antara Amerika Serikat dan Tiongkok serta penyusunan kembali jaringan suplai dunia.
Di bidang ekonomi, penguatan pasar saham yang didorong oleh sektor AI dan semikonduktor dinilai sebagai faktor positif yang paling kuat.
Fortune menyebut Asia sebagai tulang punggung seluruh rantai nilai AI dengan Korea sebagai salah satu basis manufaktur intinya.
Reuters melaporkan bahwa raksasa teknologi Asia, seperti Samsung dan SK hynix, kini menjadi poros baru dalam reli pasar saham berbasis AI.
Budaya menjadi bidang dengan tingkat sentimen positif tertinggi. Pengaruh budaya Korea dianggap sangat kuat.
Isu yang paling banyak mendapatkan pemberitaan positif dari media asing adalah topik-topik terkait halyu, seperti BTS dan K-pop.
Kepala Kantor Komunikasi Publik Kementerian Kebudayaan, OIahraga, dan Pariwisata, Kong Hyungsik, menilai, "Analisis tersebut menunukkan bahwa Korea bukan hanya negara yang kuat secara ekonomi dan budaya saja, tetapi kini memiliki citra sebagai negara dengan strategi global yang penting."
Presiden Lee Jae Myung (kelima dari kiri) berfoto bersama Ketua Komite Pertukaran Budaya Populer, Park Jin-Young; Stray Kids; dan LE SSERAFIM berfoto bersama dalam acara peluncuran Komite Pertukaran Budaya Populer yang digelar pada tanggal 1 Oktober 2025 di KINTEX, Kota Goyang, Provinsi Gyeonggi.