Presiden Lee Jae Myung terlihat sedang memberikan pernyataan dalam konferensi pers yang diadakan untuk menyambut satu tahun pemerintahannya pada tanggal 8 Juni 2026 di Cheong Wa Dae, Jongno-gu, Seoul.
Penulis: Margareth Theresia
Foto: Cheong Wa Dae
"Tahun 2026 akan menjadi tahun dimulainya impian 'Korea yang tak tergantikan' yang tidak dapat digantikan oleh negara manapun di dunia."
Hal tersebut diungkapkan oleh Presiden Lee Jae Myung dalam konferensi pers yang diadakan pada tanggal 8 Juni 2026 di Cheong Wa Da, Jongno-gu, Seoul. Sebanyak lebih dari 160 orang wartawan dalam dan luar Korea hadir dalam konferensi pers tersebut.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Lee meninjau kembali satu tahun perjalanan 'Pemerintahan Kedaulatan Rakyat' serta memaparkan visi dan tugas-tugasnya dalam tahun kedua masa pemerintahannya.
Presiden Lee pertama-tama menyoroti pencapaian dalam mengatasi berbagai krisis dalam satu tahun terakhir.
Ia mengatakan, "Kita telah melewati tiga gelombang krisis, mulai dari krisi demokrasi yang dipicu oleh pemberontakan dan darurat militer, krisis perdagangan dan keamanan akibat perubahan besar dalam tatanan internasional, hingga krisis kehidupan rakyat yang dipicu oleh perang di kawasan Timur Tengah.
Presiden Lee menambahkan, "Di tengah krisis yang datang bertubi-tubi tanpa henti, kita telah memastikan kembali bahwa kita mampu mengatasi kesulitan apa paun berkat kekuatan Korea yang bersatu."
Ia lalu menegaskan meningkatnya posisi Korea di panggung dunia dengan mengungkapkan, "Pada tahun lalu dan tahun ini, saya merasa bahwa seluruh dunia menaruh perhatian pada Korea setiap kali bertemu dengan para pemimpin dari berbagai negara di panggung diplomasi."
Presiden Lee melanjutkan, "Dunia memperhatikan cara Korea menyelesaikan berbagai tantangan, mulai dari transformasi besar industri hingga kecerdasan buatan dan krisis iklim, hingga rendahnya angka kelahiran, hilangnya vitalitas daerah, serta semakin dalamnya polarisasi dan ketimpangan."
Presiden Lee Jae Myung terlihat sedang memberikan pernyataan dalam konferensi pers yang diadakan untuk menyambut satu tahun pemerintahannya pada tanggal 8 Juni 2026 di Cheong Wa Dae, Jongno-gu, Seoul.
Presiden Lee kemudian mengutarakan, "Korea melangkah maju dengan penuh semangat dari negara yang diperhatikan dunia menjadi negara yang benar-benar dibutuhkan dunia."
Ia menambahkan, "Korea adalah negara pertama yang menerapkan kecerdasan buatan (AI) secara menyeluruh dalam industri dan kehidupan sehari-hari, mitra utama bagi negara-negara yang merencanakan pertahanan mandiri, negara nonpenghasil minyak yang menjadi teladan terbaik dalam transisi energi, serta negara yang memanfaatkan seluruh wilayahnya secara paling efisien di dunia."
Presiden Lee kemudian memaparkan empat tata kelola nasional yang akan dia kejar dalam tahun kedua pemerintahannya.
Yang pertama adalah menjadi kekuatan industri dengan keunggulan luar biasa.
Presiden Lee menegaskan, "Agar seluruh rakyat dan wilayah dapat menikmati kesempatan dan manfaat pertumbuhan secara merata, pemerintah akan terus menggali dan membina motor pertumbuhan unggul global yang akan menjadi sumber pertumbuhan masa depan Korea, tak hanya di sektor semikonduktor, tetapi juga di berbagai sektor industri lainnya."
Yang kedua adalah maju menjadi kekuatan global di bidang diplomasi dan keamanan.
Presiden Lee mengungkapkan, "Pemerintah akan melakukan yang terbaik agar berbagai capaian berharga di bidang diplomasi dan keamanan yang telah dihasilkan selama satu tahun terakhir dapat membuahkan hasil yang konkret, seperti revisi Perjanjian Nuklir Korea-Amerika Serikat, pengenalan kapal sekam bertenaga nuklir, serta percepatan pemulihan hak kendali operasi masa perang."
Yang ketiga adalah mewujudkan masyarakat yang menjunjung norma dan aturan yang telah disepakati oleh seluruh rakyat.
Presiden Lee menekankan, "Pemerintah akan dengan tegas membenahi pelanggaran, keistimewaan, dan ketidakadilan yang merugikan rakyat, sekecil apa pun masalahnya, serta mendorong normalisasi berbagai ketidaknormalan di seluruh lapisan masyarakat."
Yang terakhir adalah menjadi pemerintah yang menyelamatkan nyawa rakyat.
Presiden Lee menegaskan, "Pemerintah akan mengerahkan seluruh upaya untuk menyelamatkan nyawa seluruh rakyat dan kehidupan yang bermartabat."
Ia menambahkan, "Pemerintah akan membangun sistem yang menempatkan nyawa dan keselamatan rakyat sebagai prioritas utama di seluruh bidang pemerintahan, seperti keuangan, kesejahteraan, kesehatan, keamanan publik, dan respons bencana."
Presiden Lee kemudian berjanji untuk menjadikan kehidupan rakyat sebagai satu-satunya tolak ukur dalam penyelenggaraan pemerintahannya.
Ia melanjutkan, "Untuk melindungi kehidupan rakyat di tengah era perubahan besar, pemerintah akan bertransformasi menjadi pemerintahan praktis yang inovatif dan mampu beradaptasi terhadap perubahan."
margareth@korea.kr