Kebijakan

2026.04.03

Inggris memimpin rapat menteri luar negeri dari 40 negara yang digelar secara virtual pada tanggal 2 April 2026 (waktu setempat) untuk membahas pembukaan kembali Selat Hormuz. (Yonhap News)

Inggris memimpin rapat menteri luar negeri dari 40 negara yang digelar secara virtual pada tanggal 2 April 2026 (waktu setempat) untuk membahas pembukaan kembali Selat Hormuz. (Yonhap News)



Penulis: Xu Aiying

Inggris memimpin rapat menteri luar negeri dari 40 negara yang digelar secara virtual pada tanggal 2 April 2026 (waktu setempat) untuk membahas pembukaan kembali Selat Hormuz.

Para menlu yang hadir dalam rapat pada hari itu mendesak Iran untuk menghentikan upaya penutupan Selat Hormuz. Mereka pun sepakat untuk bekerja sama dan berusaha untuk pelayaran aman di selat tersebut.

Rapat hari itu dipimpin oleh Menlu Inggris, Yvette Cooper. Ia mengatakan, "Iran berusaha menyandera perekonomian global di Selat Hormuz. Hal itu tidak boleh dibiarkan terjadi."

Ia menambahkan, "Para mitra hari ini menyerukan pembukaan kembali Selat tersebut segera dan tanpa syarat, serta penghormatan terhadap prinsip-prinsip dasar kebebasan navigasi dan hukum laut."

Wakil Menlu untuk Urusan Politik, Chung Eui-hae, mewakili Korea dalam rapat tersebut. Rapat tersebut juga dihadiri oleh negara-negara anggota NATO (Pakta Pertahanan Atlantik Utara) serta negara-negara Teluk dan Asia. Namun, Amerika Serikat tidak hadir dalam rapat tersebut.

Rapat tersebut merupakan langkah pertama sebelum rapat kerja selanjutnya untuk memberikan tanggapan yang lebih detail mengenai keadaan di Selat Hormuz.


xuaiy@korea.kr

konten yang terkait