Presiden Lee Jae Myung terlihat sedang menyampaikan pidato peringatan pada acara Hari Buruh yang digelar di Aula Tamu Negara Cheong Wa Dae pada tanggal 1 Mei 2026. (Cheong Wa Dae)
Penulis: Yoo Yeon Gyeong
Presiden Lee Jae Myung pada tanggal 1 Mei 2026, bertepatan dengan Hari Buruh, menyatakan pemerintah Korea akan membuka jalan menuju kemitraan yang saling menguntungkan antara pekerja dan dunia usaha.
Dalam pidato peringatan Hari Buruh yang digelar di Aula Tamu Negara di Cheong Wa Dae, Presiden Lee mengatakan bahwa pemerintah akan mewujudkan pertumbuhan yang inklusif melalui siklus positif antara pekerja dan perusahaan, keadilan dan inovasi, serta pertumbuhan dan distribusi.
Acara ini dihadiri pimpinan dua konfederasi serikat pekerja utama—Federasi Serikat Buruh Korea (FKTU) dan Konfederasi Serikat Buruh Korea (KCTU)—serta Ketua Federasi Pengusaha Korea, Sohn Kyung-shik, bersama para pemangku kepentingan dari pihak pekerja dan pengusaha.
Presiden Lee menegaskan bahwa pemerintah akan memastikan seluruh pekerja dapat menikmati hak-hak dasar ketenagakerjaan. Ia menambahkan bahwa baik pekerja tetap maupun tidak tetap, perusahaan induk dan subkontraktor, serta pekerja platform dan pekerja lepas harus mendapatkan perlakuan yang adil tanpa kesenjangan perlindungan.
Pada tahun 2025, pemerintah merevisi undang-undang terkait dengan mengubah istilah Hari Pekerja menjadi Hari Buruh serta menetapkannya sebagai hari libur nasional. Langkah ini menjadi yang pertama dalam 63 tahun sejak regulasi tersebut diberlakukan pada tahun 1963.
dusrud21@korea.kr