Kebijakan

2026.04.28

Pada tanggal 27 April 2026 Presiden Lee mengungkapkan akan terus melanjutkan kebijakan koeksistensi damai di Semenanjung Korea dalam peringatan delapan tahun adopsi Deklarasi Panmunjeom. Foto di atas menunjukkan Presiden Lee yang sedang memimpin rapat pada tanggal 9 April 2026 di Cheong Wa Dae. (Cheong Wa Dae)

Pada tanggal 27 April 2026 Presiden Lee mengungkapkan akan terus melanjutkan kebijakan koeksistensi damai di Semenanjung Korea dalam peringatan delapan tahun adopsi Deklarasi Panmunjeom. Foto di atas menunjukkan Presiden Lee yang sedang memimpin rapat pada tanggal 9 April 2026 di Cheong Wa Dae. (Cheong Wa Dae)



Penulis: Lee Da Som

Pada tanggal 27 April 2026 Presiden Lee mengungkapkan akan terus melanjutkan kebijakan koeksistensi damai di Semenanjung Korea dalam peringatan delapan tahun adopsi Deklarasi Panmunjeom.

Presiden Lee mengungkapkan hal tersebut melalui kata sambutan yang dibacakan oleh Kepala Sekretaris Senior Urusan Politik Cheong Wa Dae, Hong Ik-pyo, pada acara peringatan yang digelar hari itu di Majelis Nasional, Yeouido, Seoul.

Presiden Lee menegaskan, "Untuk memulihkan kepercayaan antar-Korea dan mewujudkan perdamaian di Semenanjung Korea, Republik Korea akan secara proaktif mengambil langkah-langkah yang dapat dilakukan terlebih dahulu."

Ia menambahkan, "Kami berharap pihak Utara dapat mempercayai ketulusan Republik Korea dan memberikan respons positif."

Presiden Lee menekankan, "Penghentian perang, pembentukan sistem perdamaian yang permanen, serta koeksistensi dan kemakmuran antar-Korea merupakana inti dari Deklarasi Panmunjeom sekaligus masa depan yang harus dicapai."

Ia pun menggarisbawahi pentingnya untuk memastikan bahwa situasi internasional akibat konflik di Timur Tengah tidak merembet hingga ke Semenanjung Korea agar seluruh masyarakat dapat hidup tanpa kekhawatiran akan perang.

Presiden Lee menjelaskan, "Sejak awal berdiri, pemerintahan yang berlandaskan kedaulatan rakyat telah menetapkan koeksistensi damai di Semenanjung Korea sebagai tujuan utama sehingga Republik Korea telah mengambil langkah-langkah proaktif guna memulihkan kepercayaan antar-Korea."

Ia melanjutkan bahwa pemerintah Republik Korea menghormati sistem di Utara, tidak mengejar reunifikasi melalui absorpsi, serta tidak akan melakukan tindakan permusuhan dalam bentuk apa pun.

Sebagai penutup, Presiden Lee mengatakan, "Musim semi akan datang walaupun musim dingin berlangsung dengan panjang. Jika upaya menuju koeksistensi damai dan pertumbuhan terus dibangun secara bertahap dan konsisten, musim semi sejati akan kembali hadir di Semenanjung Korea."


dlektha0319@korea.kr

konten yang terkait