Presiden Lee Jae Myung menyatakan bahwa insiden penembakan yang terjadi saat acara makan malam koresponden Gedung Putih di Washington tanggal 25 April 2026 (waktu setempat) sebagai ancaman serius yang merusak fondasi demokrasi. Foto di atas diambil saat Presiden Lee memberikan kata sambutan dalam upacara peringatan Revolusi April yang ke-66 pada tanggal 19 April 2026 di Pemakaman Nasional 19 April, Gangbuk-gu, Kota Seoul. (Cheong Wa Dae)
Penulis: Xu Aiying
Presiden Lee Jae Myung menyatakan bahwa insiden penembakan yang terjadi saat acara makan malam koresponden Gedung Putih di Washington tanggal 25 April 2026 (waktu setempat) sebagai ancaman serius yang merusak fondasi demokrasi. Acara makan malam tersebut juga dihadiri oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Pada tanggal 26 April 2026 Presiden Lee melalui akun X-nya mengungkapkan, "Sangat disayangkan karena kejadian itu terjadi dalam sebuah acara yang seharusnya menegaskan komunikasi dengan pers serta kebebasan berekspresi."
Ia melanjutkan, "Saya merasa lega mendengar bahwa Presiden Trump dan Ibu Negara serta semua pihak yang berada di lokasi berada dalam keadaan selamat. Saya juga menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada rakyat AS."
Presiden Lee menambahkan, "Pemerintah Republik Korea dengan tegas menentang segala bentuk kekerasan dan ekstremisme yang merusak nilai-nilai demokrasi den supremasi hukum."
Dalam jamuan makan malam di Gedung Putih tersebut, seorang pria menerobos pos pemeriksaan keamanan dan melepaskan tembakan. Setelah suara tembakan terdengar, Presiden Trump dan Ibu Negara dan para tamu utama segera dievakuasi/
Dalam proses penangkapan pelaku, seorang agen Dinas Rahasia yang ditempatkan di lokasi terkena tembakan, tetapi dilaporkan tidak mengalami luka serius karena mengenakan rompi antipeluru. Tersangka penembahkan telah ditangkap di tempat kejadian.
xuaiy@korea.kr