Kebijakan

2026.04.21

Model administrasi publik Korea kini sedang disoroti oleh dunia. Kementerian Dalam Negeri pun telah mengumumkan berbagai contoh administrasi publik unggul di Korea kepada diplomat dari 93 negara pada Desember 2025. Korea.net menyoroti lima contoh adminstrasi publik unggul tersebut.


Foto Kompleks Pemerintahan Sejong.

Foto Kompleks Pemerintahan Sejong.



Penulis: Margareth Theresia
Foto: Agensi Konstruksi Kota Administratif Nasional

Republik Korea mendorong strategi nasional untuk memisahkan fungsi administrasi negara di kota lain untuk mewujudkan perkembangan nasional yang merata dan mengurangi kepadatan penduduk di wilayah ibu kota.

Pembangunan Kota Pusat Administrasi dimulai pada tahun 2007 sebagai proyek nasional besar untuk memindahkan pusat administrasi nasional yang tadinya berpusat di Kota Seoul ke Kota Sejong. Pembangunan seluruh kota diprediksi akan selesai pada tahun 2030.

Perencanaan pembangunan Sejong dimulai sejak penetapan Undang-undang Khusus untuk Pembangunan Kota Pusat Administrasi pada tahun 2005.

Saat ini Sejong sudah memiliki beberapa zona terpadu yang sudah selesai dibangun, seperti zona administrasi, perumahan, industri, dan budaya.

Sejong memiliki luas 73,01 ㎢ dengan 310 ribu orang penduduk. Rencana pembangunan kota mencakup perumahan untuk 500 ribu orang penduduk hingga tahun 2030 mendatang.

Kota Pusat Administrasi Sejong dibangun dengan enam zona utama, yaitu pusat administrasi, teknologi, medis/kesejahteraan, universitas/penelitian, administrasi kota, dan budaya/perdagangan.

Kota Pusat Administrasi Sejong dibangun dengan enam zona utama, yaitu pusat administrasi, teknologi, medis/kesejahteraan, universitas/penelitian, administrasi kota, dan budaya/perdagangan.



Agensi Konstruksi Kota Administratif Nasional mengungkapkan bahwa Sejong merupakan model desentralisasi berbasis masa depan yang berpusat di wilayah Republik Korea.

Sejong dibangun dengan enam zona utama, yaitu pusat administrasi, teknologi, medis/kesejahteraan, universitas/penelitian, administrasi kota, dan budaya/perdagangan. Selain itu, 52% dari wilayah kota merupakan kawasan hijau.

Tujuan utama dari pembangunan Sejong adalah pemindahan kompleks pemerintah pusat Korea dari Seoul. Kantor Perdana Menteri telah pindah sejak tahun 2012 dan hingga kini terdapat 44 kementerian dan lembaga pemerintah pusat yang telah pindah ke Sejong. Saat ini sebanyak 14 ribu pegawai negeri sipil bekerja di Kompleks Pemerintahan Sejong.

Sejong juga terus berkembang dengan pembangunan Kantor Kepresidenan serta Majelis Nasional. Selain itu, Kompleks Museum Nasional juga dibangun untuk mengokohkan Sejong sebagai kota terpadu dalam berbagai bidang.


Ilustrasi Kompleks Museum Nasional di Kota Sejong.

Ilustrasi Kompleks Museum Nasional di Kota Sejong.



Model pembangunan Sejong pun kini diadaptasi oleh beberapa negara lain. Indonesia, Mesir, Mongolia, Tanzania, dan Filipina menjalin kerja sama dengan Korea untuk mengadaptasi model pembangunan kota administrasi ala Korea dan menerapkannya di negara mereka.

Indonesia bahkan menjalin hubungan kerja sama sejak tahun 2019 untuk pembangunan Ibu Kota Nusantara melalui pembuatan rencana pembangunan ibu kota baru dan pembgangunan infrastruktur terkait.


margareth@korea.kr

konten yang terkait