Model administrasi publik Korea kini sedang disoroti oleh dunia. Kementerian Dalam Negeri pun telah mengumumkan berbagai contoh administrasi publik unggul di Korea kepada diplomat dari 93 negara pada Desember 2025. Korea.net menyoroti lima contoh adminstrasi publik unggul tersebut.
Foto di atas memperlihatkan traktor pintar yang sedang menanam bibit di ladang. (Institut Ilmu Pertanian Nasional)
Penulis: Margareth Theresia
Industri pertanian Korea menghadapi masalah kekurangan tenaga kerja akibat menyusutnya populasi di Korea dan meningkatnya jumlah lansia.
Sensus Pertanian, Perhutanan, dan Perikanan mencatat bahwa persentase warga yang bekerja di industri pertanian turun drastis dari 44,7% dari total penduduk Korea di tahun 1971 menjadi 4,3% dari total penduduk di tahun 2021.
Saat ini sebagian besar petani di Korea berusia di atas 65 tahun sehingga diperlukan perubahan untuk mendorong keberlangsungan industri pertanian di Korea.
Untuk menjawab permasalahan ini, Badan Administrasi Pengembangan Pertanian memperkenalkan berbagai alat pertanian pintar dan robot pertanian untuk mendorong industri pertanian Korea menjadi lebih modern.
Berbagai robot yang telah dikembangkan antara lain adalah robot pembasmi hama, robot pencabut rumput liar, dan robot pengangkut.
Selain itu, traktor swakemudi berbasis kecerdasan buatan (AI) juga dikembangkan untuk mendorong efektivitas dan keamanan di lahan pertanian.
Penggunaan traktor pintar tersebut mampu melampaui kemampuan petani terbaik sekalipun pada masa penanaman.
Apabila tenaga kerja manusia bisa melakukan kesalahan penanaman sebesar ±21cm, traktor swakemudi tersebut memiliki besar kesalahan ±7cm sehingga mampu meningkatkan kualitas penanaman.
Traktor pintar mampu mengurangi keletihan para petani akibat pekerjaan berulang serta mengurangi waktu penanaman hingga 25%.
Selain itu, traktor tersebut bisa digunakan pada malam hari maupun cuaca buruk sehingga meningkatkan produktivitas lahan pertanian.
Penggunaan teknologi robot di industri pertanian mampu meningkatkan keamanan sekaligus mengurangi biaya tenaga kerja.
Robot pembasmi hama dapat mengurangi risiko terhirupnya pestisida oleh tenaga kerja. Selain itu, jumlah pestisida yang digunakan pun berkurang hingga 20-40% karena tingkat ketepatan robot.
Robot pencabut rumput liar dan robot pengangkut pun bisa mengurangi berbagai kecelakaan kerja dan mencegah sakit otot maupun tulang yang sering diderita oleh para petani.
Seorang petani terlihat sedang menanam kacang dengan menggunakan traktor swakemudi. (LS Tractor)
Badan Administrasi Pengembangan Pertanian sedang mempersiapkan Era Pertanian Tanpa Manusia dengan menggunakan teknologi swakemudi dan AI mulai dari proses penanaman hingga panen.
Oleh karena itu, pemerintah akan membangun sistem kontrol terpadu dan sistem alat pertanian AI hingga tahun 2029 serta mengganti tenaga kerja untuk proses pertanian berat dengan robot berbasis AI fisik.
margareth@korea.kr