Model administrasi publik Korea kini sedang disoroti oleh dunia. Kementerian Dalam Negeri pun telah mengumumkan berbagai contoh administrasi publik unggul di Korea kepada diplomat dari 93 negara pada Desember 2025. Korea.net menyoroti lima contoh adminstrasi publik unggul tersebut.
Para pendaki gunung terlihat sedang berjalan di jalur pendakian Gunung Jirisan.
Foto di atas menunjukkan pemandangan pada tahun 1960-an di sekitar Stasiun Munsan, Kota Paju, Provinsi Gyeonggi. Pepohonan hampir tidak terlihat sama sekali pada saat itu.
Pemerintah mendorong kebijakan reboisasi nasional pada tahun 1970-an hingga 1980-an. Bersamaan dengan pertumbuhan ekonomi Korea, bahan bakar rumah tangga yang tadinya menggunakan kayu bakar berubah menjadi minyak fosil. Oleh karena itu, warga mulai mengurangi penebangan pohon dan pembakaran lahan pertanian.
Area perhutanan di Korea perlahan mulai hijau kembali melalui proyek reboisasi besar-besaran dan upaya perlindungan hutan dari pemerintah. Upaya reboisasi tersebut menunjukkan hasil dengan peningkatan volume pepohonan hingga 29 kali lipat pada tahun 2020 jika dibandingkan dengan tahun 1953.
Kesuksesan kebijakan reboisasi dalam waktu yang cukup singkat tersebut membuat Korea mendapatkan pengakuan dunia dalam upaya menghijaukan kembali lahannya.
Cadangan sumber daya hutan meningkat dari 10 ㎥ di tahun 1972 menjadi 165 ㎥ di tahun 2020. Angka ini mencatat pertumbuhan luar biasa hingga 28 kali lipat dalam kurun waktu sekitar 60 tahun.
Capaian tersebut membuat Korea berhasil bertransformasi dari negara yang mengalami degradasi hutan menjadi pelopor penghijauan dunia.
Saat ini area hutan mencapai 63% dari seluruh area Korea. Angka ini bahkan mencapai dua kali lipat dari rata-rata dunia yang mencatat 31%.
Foto di atas memperlihatkan proses reboisasi di Teluk Yeongilman Pohang pada tahun 1973-1977. Foto tersebut menjadi bagian dari Arsip Reboisasi Korea: Model Reboisasi yang Dicapai Melalui Tata Kelola Publik-Swasta yang masuk ke dalam Daftar Memori Dunia UNESCO.
Pengalaman dan upaya reboisasi Korea mendapatkan pengakuan dunia melalui penetapan Arsip Reboisasi Korea: Model Reboisasi yang Dicapai Melalui Tata Kelola Publik-Swasta sebagai bagian dari Daftar Memori Dunia UNESCO.
Ketetapan tersebut diumumkan dalam Sidang ke-221 Dewan Eksekutif UNESCO yang digelar pada tanggal 10 April 2025 (waktu setempat) di Paris, Prancis.
Arsip tersebut terdiri dari 9.619 dokumen yang terdiri dari arsip kegiatan penghijauan, dokumen kebijakan, dokumen kegiatan pembibitan pohon dalam Gerakan Saemaul, foto udara, dan arsip terkait pencegahan banjir.
Berbagai dokumen tersebut mendapatkan pengakuan melalui kebijakan pengelolaan yang sistematis mulai dari pemulihan keadaan hutan di Korea hingga pengelolaan bencana kebakaran hutan dan tanah longsor.
Arsip Reboisasi Korea yang menjadi Memori Dunia UNESCO merupakan bukti kesuksesan kerja sama antara pemerintah dengan pihak swasta dan saat digunakan sebagai landasan kerja sama internasional dalam bidang kehutanan.
margareth@korea.kr