Presiden Lee Jae Myung (kanan) terlihat sedang berbicara dengan mantan Perdana Menteri Jepang Shigeru Ishiba dalam jamuan makan siang di Cheong Wa Dae pada tanggal 8 April 2026. (Cheong Wa Dae)
Penulis: Xu Aiying
Presiden Lee Jae Myung pada tanggal 8 April 2026 bertemu dengan mantan Perdana Menteri Jepang Shigeru Ishiba yang tengah berkunjung ke Korea. Mereka membahas arah pengembangan hubungan Korea–Jepang serta dinamika situasi internasional terkini.
Presiden Lee menyatakan kegembiraannya atas berlanjutnya tren positif hubungan kedua negara sejak dipulihkannya diplomasi shuttle antara pemimpin Korea dan Jepang tahun 2025. Ia juga menyampaikan, "Saat Ishiba menjabat, hubungan Korea–Jepang menjadi jauh lebih stabil. Sejak itu, kerja sama kedua negara juga berjalan sangat baik. Saya sangat berterima kasih atas hal tersebut."
Ia menambahkan, "Di tengah situasi internasional yang semakin bergejolak, pentingnya kerja sama antara Korea dan Jepang sebagai negara bertetangga semakin meningkat. Saya berharap kedua negara dapat terus menjalin komunikasi erat dan menghasilkan capaian kerja sama yang lebih besar di berbagai bidang."
Menanggapi hal tersebut, Ishiba menilai Presiden Lee berhasil memantapkan diplomasi shuttle antar pemimpin dan menjaga stabilitas hubungan Korea–Jepang.
Di tengah meningkatnya ketidakstabilan global, termasuk konflik di Timur Tengah, Ishiba juga menyampaikan kesepahaman bahwa kedua negara perlu memperkuat komunikasi dan memperluas kerja sama di berbagai bidang, termasuk ekonomi, sosial, dan keamanan.
Presiden Lee turut meminta agar Ishiba terus memainkan peran aktif ke depan dalam mengelola isu-isu sulit dalam hubungan bilateral serta memperkuat kerja sama yang berorientasi ke masa depan antara kedua negara.
xuaiy@korea.kr