Kebijakan

2026.03.03

Presiden Lee Jae Myung memberikan pidato pada upacara peringatan Gerakan Kemerdekaan Satu Maret yang digelar pada tanggal 1 Maret 2026 di COEX, Gangnam-gu, Seoul. (Cheong Wa Dae)

Presiden Lee Jae Myung memberikan pidato pada upacara peringatan Gerakan Kemerdekaan Satu Maret yang digelar pada tanggal 1 Maret 2026 di COEX, Gangnam-gu, Seoul. (Cheong Wa Dae)



Penulis: Lee Jihae

Presiden Lee Jae Myung mengungkapkan bahwa ia akan menghormati sistem yang ada di Korea Utara dan menjaga hubungan kerja sama dengan Jepang.

Hal tersebut ia ungkapkan dalam upacara peringatan Gerakan Kemerdekaan Satu Maret yang digelar pada tanggal 1 Maret 2026 di COEX, Gangnam-gu, Seoul.

Presiden Lee mengutarakan, "Kami akan terus mengusahakan dialog dengan pihak Korut. Pemerintah menghormati sistem yang ada di Korut dan tidak akan melakukan tindakan permusuhan apa pun maupun unifikasi dalam bentuk apa pun."

Ia pun mendesak dialog dengan pihak Korut dengan mengatakan, "Kami berharap pihak Korut dapat segera kembali berdialog, meninggalkan masa lalu yang kelam, dan melangkah bersama menuju masa depan yang baru."

Presiden Lee pun menyebutkan kembali hubungan dengan Jepang dengan menjelaskan, "Kami akan berusaha untuk melangkah bersama menuju masa depan dengan menyelesaikan berbagai agenda saat ini tanpa melupakan fakta sejarah masa lalu."

Ia melanjutkan, "Kami akan meneruskan diplomasi ulang-alik dengan Jepang serta membantu aktif untuk membuka kesempatan baru dengan pertumbuhan yang efeknya dapat dirasakan oleh masyarakat Korea maupun Jepang."

Presiden Lee menutup dengan menambahkan, "Kami berharap pemerintah Jepang juga dapat memberikan respons positif agar Korea dan Jepang dapat membuka era baru yang harmonis dengan berlandaskan pada pemahaman dan empati yang tulus."


jihlee08@korea.kr

konten yang terkait