Badan Data Nasional pada tanggal 19 Maret 2026 menyatakan bahwa jumlah pernikahan tahun lalu mencapai 240.000, mencetak level tertinggi dalam tujuh tahun terakhir dan pulih ke tingkat sebelum pandemi Covid-19. Foto di atas menunjukkan fasilitas pernikahan gratis Seoul My Wedding di Pusat Pengalaman Keselamatan Boramae, Dongjak-gu, Seoul. (Tangkapan layar dari situs Seoul My Wedding)
Penulis: Yoon Sojung
Jumlah pernikahan di Korea tahun 2025 mencapai 240.000 kasus, mencetak rekor tertinggi dalam tujuh tahun terakhir. Angka ini menunjukkan pemulihan ke level sebelum pandemi Covid-19.
Menurut Statistik Pernikahan dan Perceraian 2025 yang dirilis oleh Badan Data Nasional pada tanggal 19 Maret 2026, jumlah pernikahan pada tahun 2025 tercatat sebanyak 240.000 kasus, meningkat 18.000 kasus (8,1%%) dibandingkan tahun sebelumnya. Angka tersebut melampaui capaian sebelum pandemi pada tahun 2019 yang sebesar 239.200 kasus.
Berdasarkan jenis pernikahan, pasangan yang sama-sama menikah untuk pertama kalinya mendominasi dengan porsi 82% dan menjadi pendorong utama peningkatan. Sebaliknya, proporsi pernikahan ulang turun dan hanya berada di angka 9,0%.
Peningkatan jumlah pernikahan terutama didorong oleh kelompok usia awal 30-an, baik pada pria maupun perempuan. Rata-rata usia pernikahan pertama tercatat 33,9 tahun untuk pria, relatif sama dengan tahun sebelumnya, sementara perempuan meningkat 0,1 tahun menjadi 31,6 tahun.
Sementara itu, pernikahan internasional tercatat sebanyak 21.000 kasus, turun tipis 0,3% dibandingkan tahun sebelumnya. Berdasarkan kewarganegaraan pasangan asing, istri asing didominasi oleh warga Vietnam (30,5%), diikuti Tiongkok (16,1%) dan Thailand (12,5%). Suami asing mayoritas berasal dari Amerika Serikat (28,2%), Tiongkok (16,6%), dan Vietnam (14,8%).
Khususnya, pernikahan dengan warga Jepang menunjukkan peningkatan signifikan. Pernikahan antara pria Korea dan perempuan Jepang mencapai 1.483 kasus, melonjak 26,1% dibandingkan tahun sebelumnya (1.176 kasus). Pernikahan antara perempuan Korea dan pria Jepang juga meningkat tajam menjadi 190 kasus dari 147 kasus pada tahun sebelumnya, atau naik 29,3%.
Kepala Divisi Statistik Vital di Badan Data Nasional, Park Hyun-jung, menjelaskan bahwa peningkatan ini dipengaruhi oleh bertambahnya populasi usia awal 30-an, perubahan persepsi positif terhadap pernikahan di kalangan lajang, serta akumulasi permintaan pernikahan yang sempat tertunda akibat pandemi Covid-19.
Kepala Divisi Statistik Vital di Badan Data Nasional, Park Hyun-jung, menjelaskan Statistik Pernikahan dan Perceraian 2025 pada tanggal 19 Maret 2026 di Kompleks Pemerintah Sejong. (Yonhap News)