Duta Besar Korea untuk Yordania, Kim Pil-woo (kanan), dan Menteri Industri, Perdagangan, dan Suplai Yordania, Yarub Qudah, menandatangani perjanjian kerja sama ekonomi dan perdagangan pada tanggal 30 Maret 2026 (waktu setempat) di Amman, Yordania. (Kementerian Luar Negeri)
Penulis: Aisylu Akhmetzianova
Pemerintah Korea dan Yordania menandatangani perjanjian kerja sama ekonomi dan perdagangan untuk memperkuat kerja sama bilateral.
Kementerian Luar Negeri mengungkapkan bahwa Duta Besar Korea untuk Yordania, Kim Pil-woo, dan Menteri Industri, Perdagangan, dan Suplai Yordania, Yarub Qudah, menandatangani perjanjian tersebut pada tanggal 30 Maret 2026 (waktu setempat) di Amman, Yordania.
Perjanjian tersebut mengatur prinsip dasar terkait tarif, konsesi perdagangan, dan perlindungan hak kekayaan intelektual antara Korea dan Yordania berdasarkan perjanjian perdagangan bilateral dan multilateral yang ditandatangani oleh Korea dan Yordania.
Perjanjian itu juga dibuat berdasarkan hukum yang berlaku di kedua negara serta kebijakan yang berlaku di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).
Yordania memegang posisi penting dalam distribusi dan transportasi di kawasan Timur Tengah karena berada di tengah Timur Tengah secara geografis dan memiliki pelabuhan yang melewati Laut Merah.
Korea dan Yordania menjalin hubungan diplomatik pada tahun 1962 dan terus meningkatkan hubungan kerja sama secara ekonomi hingga saat ini.
Korea telah menandatangani perjanjian kerja sama ekonomi dengan 102 negara. Yordania menjadi negara ketiga setelah Moldova dan Bosnia-Herzegovina yang menandatangani perjanjian tersebut pada tahun 2026.
aisylu@korea.kr