Wakil Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan, Lee Hyung-hoon (kiri), berfoto bersama Wakil Menteri Kesehatan Ukraina, Yevhenii Honchar, setelah penandatanganan nota kesepahaman yang digelar pada tanggal 19 Maret 2026 di T Tower, Jung-gu, Seoul. (Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan)
Penulis: Margareth Theresia
Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan mendiskusikan arah penguatan kerja sama dalam bidang medis dan bantuan pemulihan korban luka akibat perang di Ukraina dalam dialog bilateral yang digelar pada tanggal 19 Maret 2026.
Wakil Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan, Lee Hyung-hoon, dan Wakil Menteri Kesehatan Ukraina, Yevhenii Honchar, hadir dalam pertemuan yang digelar di Seoul tersebut.
Kedua belah pihak menandatangani nota kesepahaman terkait kerja sama medis serta mendiskusikan berbagai agenda lainnya.
Beberapa hal yang dibicarakan antara lain adalah pelatihan perawatan rehabilitasi medis dari Korea untuk Ukraina serta perawatan kesehatan mental dan trauma dari para korban perang dan veteran dengan menggunakan teknologi digital.
Honchar pun memohon kepada pihak Korea untuk berbagi pengalaman terkait sistem medis para veteran serta partisipasi Korea dalam kemitraan kerja sama medis internasional.
Lee mengatakan, "Korea adalah negara yang telah bangkit dan tumbuh melalui kesulitan akibat perang."
Ia menambahkan, "Korea memiliki pengalaman dalam mengelola Pusat Trauma Nasional dan proyek medis yang beragam sehingga akan bisa membantu Ukraina dalam merawat para korban luka dan veteran serta melatih tim medis."
Kementerian Luar Negeri pun mengungkapkan bahwa Korea akan mengirimkan bantuan kemanusiaan sebesar 2 juta dolar ke Lebanon yang saat ini sedang mengalami krisis kemanusiaan.
Bantuan tersebut akan disampaikan melalui organisasi internasional yang sedang beraktivitas di dalam Lebanon.
margareth@korea.kr