Presiden Lee Jae Myung terlihat sedang memimpin Rapat Kabinet Sementara ke-8 di Cheong Wa Dae pada tanggal 5 Maret 2026. (Cheong Wa Dae)
Penulis: Kim Seon Ah
Presiden Lee Jae Myung pada tanggal 5 Maret 2026 meminta agar program stabilisasi pasar senilai 100 triliun won dijalankan dan dikelola secara tepat serta cepat guna mencegah ketidakstabilan pasar keuangan. Permintaan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya ketidakpastian di pasar finansial akibat memburuknya situasi di Timur Tengah.
Presiden Lee pada hari yang sama memimpin Rapat Kabinet Sementara ke-8 di Cheong Wa Dae dan menegaskan bahwa krisis di kawasan Timur Tengah yang semakin meningkat telah memperburuk lingkungan ekonomi dan keamanan global. Ia juga menekankan bahwa setiap kementerian harus segera menangani segala kemungkinan masalah berdasarkan pemahaman yang serius terhadap situasi yang dihadapi.
Presiden Lee terkait pasar keuangan juga menginstruksikan agar pemerintah secara aktif menghadapi meningkatnya volatilitas pasar, termasuk pada saham dan nilai tukar, serta mempercepat upaya kebijakan untuk menstabilkan pasar modal dan memperbaiki fundamentalnya.
Ia menambahkan bahwa tindakan kriminal, termasuk penyebaran berita palsu dan manipulasi harga harus diblokir secara tegas, serta pihak-pihak yang memicu kekacauan dalam perekonomian nasional harus dimintai pertanggungjawaban berdasarkan prinsip tanpa toleransi.
Terkait pasokan energi, Presiden Lee memerintahkan agar pemerintah segera mendorong langkah-langkah darurat untuk menstabilkan pasokan minyak mentah, gas, dan nafta, sekaligus mempercepat upaya diversifikasi sumber impor.
Ia juga menginstruksikan penindakan tegas terhadap praktik pengambilan keuntungan berlebihan yang memanfaatkan situasi krisis. Ia juga menyoroti kasus SPBU yang menaikkan harga hampir 200 won per liter dan memerintahkan pengawasan serta penindakan tegas terhadap praktik tersebut.
Presiden Lee juga meminta agar dukungan pembiayaan kebijakan diperluas bagi perusahaan yang memiliki ketergantungan tinggi pada ekspor ke Timur Tengah serta bagi sektor pelayaran. Ia juga menekankan pentingnya memastikan keselamatan warga Korea yang berada di kawasan tersebut serta mempersiapkan langkah-langkah evakuasi darurat secara menyeluruh.
Sementara itu, dalam rapat kabinet pada hari yang sama, tujuh rancangan pengumuman undang-undang, termasuk rancangan pengumuman revisi sebagian Undang-Undang Perdagangan, disetujui sesuai dengan rancangan semula.
sofiakim218@korea.kr