Kebijakan

2026.03.05

Chung Kwang-yong (ketiga dari kanan) berdiskusi mengenai keadaan terkini di Timur Tengah dan pada duta besar dari 6 negara teluk pada tanggal 4 Maret 2026 di Kompleks Pemerintahan Seoul, Jongno-gu, Seoul. Chung adalah Direktur Jenderal untuk Urusan Afrika dan Timur Tengah di Kementerian Luar Negeri. (Kementerian Luar Negeri)

Chung Kwang-yong (ketiga dari kanan) berdiskusi mengenai keadaan terkini di Timur Tengah dan pada duta besar dari 6 negara teluk pada tanggal 4 Maret 2026 di Kompleks Pemerintahan Seoul, Jongno-gu, Seoul. Chung adalah Direktur Jenderal untuk Urusan Afrika dan Timur Tengah di Kementerian Luar Negeri. (Kementerian Luar Negeri)



Penulis: Charles Audouin

Pemerintah Korea dan negara anggota GCC (Dewan Kerja Sama untuk Negara Arab di Teluk) memperkuat komunikasi diplomasi di tengah memanasnya keadaan di Timur Tengah akibat perang antara Amerika Serikat dan Iran.

Chung Kwang-yong (ketiga dari kanan) berdiskusi mengenai keadaan terkini di Timur Tengah dan pada duta besar dari enam negara teluk pada tanggal 4 Maret 2026 di Kompleks Pemerintahan Seoul, Jongno-gu, Seoul. Chung adalah Direktur Jenderal untuk Urusan Afrika dan Timur Tengah di Kementerian Luar Negeri.

Perwakilan enam negara teluk yang hadir adalah Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, Qatar, Oman, dan Bahrain. Perwakilan negara-negara tersebut yang meminta pertemuan terkait digelar dengan Kemenlu Korea.

GCC merupakan badan kerja sama politik, ekonomi, dan keamanan yang dibentuk pada tahun 1981. Anggota GCC merupakan negara-negara penghasil minyak yang berperan penting dalam pasar energi dunia.

Para duta besar negara-negara anggota GCC menjelaskan keadaan terkini mengenai serangan terhadap fasilitas umum dan ancaman keamanan kawasan Timur Tengah. Pihak pemerintah Korea pun memohon kepada para duta besar untuk terus memerhatikan dan mendukung Korea.

Chung mengatakan, "Kami sedang mengawasi dengan ketat ketegangan dan kerugian yang semakin meluas. Kami pun turut merasa sangat prihatin dengan semakin meningkatnya korban masyarakat sipil karena serangan terhadap infrastruktur umum. Kami berharap tidak akan ada lagi korban dan kerugian tambahan."

Ia menambahkan, "Kami menilai bahwa negara-negara anggota GCC telah berusaha aktif melalui diplomasi untuk mendorong perdamaian dan kestabilan wilayah Timur Tengah."

Chung melanjutkan, "Perdamaian dan kestabilan kawasan (Timur Tengah) harus segera pulih melihat pengaruh negatif yang membayangi ekonomi dunia, jaringan suplai energi, dan distribusi internasional."


caudouin@korea.kr

konten yang terkait