Presiden Lee Jae Myung (kiri) menggelar KTT dengan Perdana Menteri Singapura, Lawrence Wong, pada tanggal 2 Maret 2026 (waktu setempat) di gedung Kementerian Luar Negeri Singapura. (Cheong Wa Dae)
Penulis: Xu Aiying
Perjanjian perdagangan bebas (FTA) antara Korea dengan Singapura telah berlaku selama 20 tahun per tahun 2026. Oleh karena itu, kedua belah pihak sepakat untuk memperluas kerja sama terkait, terutama dalam bidang kecerdasan buatan (AI) dan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN).
Hal tersebut diungkapkan melalui konferensi pers bersama Presiden Lee Jae Myung dengan Perdana Menteri Singapura, Lawrence Wong, yang digelar setelah KTT (konferensi tingkat tinggi) pada tanggal 2 Maret 2026 (waktu setempat).
Presiden Lee yang saat itu sedang melakukan kunjungan kenegaraan resmi ke Singapura berkata, "(Korea dan Singapura) sepakat untuk mempererat kerja sama bilateral berdasarkan hubungan kemitraan strategis yang disepakati pada tahun 2025 seiring dengan peringatan 50 tahun jalinan hubungan diplomatik."
Ia menekankan, "Kami akan terus mempererat hubungan dalam bidang ekonomi yang selama ini telah mendorong pertumbuhan kedua negara sekaligus mempercepat inovasi dalam bidang teknologi termutakhir, seperti AI (kecerdasan buatan)."
Presiden Lee pun menambahkan, "Kami juga akan memperkuat kerja sama dalam bidang pertahanan nasional dan keamanan."
Melalui KTT tersebut, Korea dan Singapura telah menyepakati perluasan FTA sekaligus membuat pernyataan bersama. Selain itu, sebanyak lima nota kesepahaman (MoU) pun telah ditandatangani untuk kerja sama dalam berbagai bidang, seperti AI dan reaktor modular kecil (SMR).
Korea dan Singapura pun telah mewujudkan kerja sama dalam bidang AI dan teknologi digital yang menjadi pendorong utama teknologi masa depan.
Kedua belah pihak telah sepakat untuk memastikan daya pendorong kuat teknologi yang berdasar pada penelitian bersama dan perluasan investasi untuk penggunaan AI yang inovatif dan nyata melalui AI Fisik.
Korea dan Singapura juga telah sepakat untuk berbagi informasi terkait pengembangan bersama model SMR melalui penandatanganan MoU terkait.
Presiden Lee dan Presiden Wong pun berdiskusi mengenai perdamaian dan kestabilan Semenanjung Korea serta keadaan terkini di wilayah Timur Tengah.
Presiden Lee menuturkan, "Singapura merupakan lokasi penyelenggaraan KTT AS-Korea Utara pada tahun 2018 lalu."
Ia melanjutkan, "Singapura berhasil menunjukkan kemampuan diplomasinya yang luar biasa kepada seluruh dunia untuk mewujudkan perdamaian melalui kepemimpinan dialog dan komunikasi."
Presiden Lee menutup, "Saya percaya (Singapura) akan terus berperan penting dalam membangun perdamaian di Semenanjung Korea dan kawasan."
Presiden Lee dan Presiden Wong juga menilai bahwa kondisi di Timur Tengah memiliki pengaruh besar pada keamanan internasional, jaringan suplai energi, dan perekonomian dunia.
Oleh karena itu, keduanya berharap kestabilan dan perdamaian dapat pulih di wilayah Timur Tengah.
xuaiy@korea.kr