Kebijakan

2026.02.24

Pada tanggal 23 Februari 2026 Presiden Lee Jae Myung dan Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva menggelar pertemuan puncak yang diperluas di Cheong Wa Dae.

Pada tanggal 23 Februari 2026 Presiden Lee Jae Myung dan Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva menggelar pertemuan puncak yang diperluas di Cheong Wa Dae.



Penulis: Kim Hyelin
Foto: Cheong Wa Dae

Presiden Lee Jae Myung dan Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva menggelar pertemuan puncak di Cheong Wa Dae pada tanggal 23 Februari 2026.

Mereka sepakat untuk meningkatkan hubungan kedua negara menjadi kemitraan strategis untuk pertama kalinya dalam 67 tahun sejak menjalin hubungan diplomatik pada 1959.

Kunjungan kenegaraan presiden Brasil ke Korea ini merupakan yang pertama dalam 21 tahun terakhir.

Kedua pemimpin mengadopsi Rencana Aksi Empat Tahunan Korea–Brasil (2026–2029) sebagai cetak biru kerja sama ke depan.

Peta jalan ini mencakup berbagai bidang secara komprehensif—mulai dari politik, ekonomi, kerja sama substantif, hingga pertukaran antarmasyarakat—serta memuat kerangka implementasi yang konkret seiring peningkatan status hubungan kedua negara.

Di bidang ekonomi dan perdagangan, kedua pihak membangun kesepahaman bahwa perundingan untuk menandatangani perjanjian perdagangan antara Korea dan MERCOSUR—blok ekonomi terbesar di Amerika Selatan yang beranggotakan Brasil, Argentina, dan Uruguay—perlu segera dilanjutkan kembali.

Kedua pemimpin juga sepakat untuk memperkuat kerja sama di sektor industri masa depan. Isu utama yang dibahas mencakup kerja sama rantai pasok di bidang antariksa, penerbangan, dan industri pertahanan, serta kolaborasi terkait mineral kritis, termasuk tanah jarang.

Presiden Lee menyatakan, "Kerja sama rantai pasok di sektor penerbangan saat ini tengah berlangsung melalui partisipasi perusahaan suku cadang Korea dalam produksi pesawat angkut Brasil."

Ia menambahkan, "Kami akan melangkah menuju tingkat kerja sama yang lebih tinggi, termasuk pengembangan bersama pesawat sipil generasi berikutnya."

Kedua pemimpin juga bertukar pandangan secara luas mengenai isu keamanan dan berbagai agenda internasional.

Secara khusus, mereka berbagi pemahaman bahwa perdamaian di Semenanjung Korea memiliki dampak yang mendalam tidak hanya bagi Asia Timur Laut, tetapi juga bagi perdamaian dunia. Mereka juga sepakat mengenai pentingnya penanganan perubahan iklim dan penguatan multilateralisme.

Langkah-langkah untuk memperluas pertukaran budaya dan antarmasyarakat juga turut dibahas. Kedua pemimpin sepakat mendorong kerja sama di bidang konten, termasuk produksi bersama film dan audiovisual, serta memperluas pertukaran mahasiswa.

Presiden Lee juga menyinggung pengaruh budaya Brasil dengan mengatakan, "Banyak lagu klasik bossa nova telah memberikan inspirasi bagi para komposer K-pop."

Pada akhir pertemuan, Presiden Lula menekankan bahwa kedua negara telah menempuh perjalanan sejarah yang serupa dalam proses demokratisasi. Ia juga mengundang Presiden Lee untuk menghadiri Konferensi Pembelaan Demokrasi yang akan digelar pada April mendatang di Barcelona, Spanyol.

Selain itu, Presiden Lula secara resmi meminta Presiden Lee untuk melakukan kunjungan balasan ke Brasil dalam waktu dekat.

Presiden Lee Jae Myung (kanan) dan Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva menyampaikan pernyataan pers bersama pada tanggal 23 Februari 2026 di Cheong Wa Dae.

Presiden Lee Jae Myung (kanan) dan Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva menyampaikan pernyataan pers bersama pada tanggal 23 Februari 2026 di Cheong Wa Dae.


kimhyelin211@korea.kr

konten yang terkait