Presiden Lee Jae Myung bersama Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengunjungi Horyu-ji, situs budaya ikonik di Prefektur Nara, Jepang, pada tanggal 14 Januari 2026 (waktu setempat). (Cheong Wa Dae)
Penulis: Yoo Yeon Gyeong
Presiden Lee Jae Myung menyampaikan kepada Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi dalam KTT Korea–Jepang bahwa Korea berkeinginan untuk bergabung dengan Perjanjian Kemitraan Trans-Pasifik yang Komprehensif dan Progresif (CPTPP), demikian diumumkan Cheong Wa Dae pada tanggal 14 Januari 2026.
Kepala Kantor Keamanan Nasional, Wi Sung-lac, mengatakan dalam konferensi pers di Pusat Pers Osaka, Jepang, pada hari yang sama bahwa dalam KTT sehari sebelumnya, terdapat pembahasan mengenai CPTPP.
Ia menambahkan, "Kami kembali menegaskan niat untuk mendorong keanggotaan tersebut."
CPTPP merupakan perjanjian perdagangan bebas (FTA) multilateral yang diluncurkan pada tahun 2018 atas prakarsa Jepang, melibatkan negara-negara di kawasan Asia-Pasifik.
Korea secara resmi mengajukan permohonan untuk bergabung dengan CPTPP pada September 2021, tetapi hingga kini belum ada kemajuan berarti. Pasalnya, Jepang mengajukan penyelesaian larangan impor produk perikanan asal Jepang sebagai prasyarat bagi aksesi Korea.
Wi menjelaskan, "Pihak Jepang telah memberikan penjelasan terkait isu keamanan pangan. Masalah ini memerlukan konsultasi praktis antar kementerian terkait."
Ia juga menilai pertemuan tersebut sebagai bukti bahwa diplomasi shuttle antara para pemimpin Korea dan Jepang, yang kembali digelar sejak kunjungan Presiden ke Jepang pada Agustus 2025, telah sepenuhnya mengakar.
Ia melanjutkan, "Salah satu isu mendesak yang dihadapi saat ini adalah persoalan rantai pasok global. Dalam pembahasan tingkat pemimpin, terdapat kesepahaman untuk memperkuat kerja sama, mengingat stabilitas rantai pasok merupakan isu penting dalam kebijakan ekonomi dan keamanan."
dusrud21@korea.kr