Menteri Perindustrian, Perdagangan, dan Sumber Daya Kim Jung-kwan dan Menteri Perdagangan Tiongkok Wang Wentao, serta Kepala Badan Keamanan Pangan dan Obat-obatan Oh Yu-Kyoung dan Kepala Administrasi Umum Kepabeanan Tiongkok Sun Meijun, menandatangani masing-masing kesepakatan tentang pembentukan dialog kerja sama perdagangan dan kerja sama keamanan pangan pada tanggal 5 Januari 2026 di Aula Besar Rakyat, Beijing, Tiongkok. Penandatanganan tersebut disaksikan oleh Presiden Lee Jae Myung dan Presiden Tiongkok Xi Jinping. (Yonhap News)
Penulis: Kim Hyelin
Korea dan Tiongkok sepakat untuk menatausahakan pertemuan menteri perdagangan secara berkala serta memperluas kerja sama substantif, termasuk di bidang teknologi digital dan perlindungan hak kekayaan intelektual.
Kesepakatan ini dicapai seiring dengan pertemuan puncak antara Presiden Lee Jae Myung dan Presiden Tiongkok Xi Jinping pada tanggal 5 Januari 2026, yang menjadi momentum penandatanganan total 14 nota kesepahaman (MoU) antar kementerian dan lembaga pemerintah kedua negara.
Juru bicara Kantor Kepresidenan Republik Korea, Kang Yu-jung, dalam pengarahan tertulis pada hari yang sama menyatakan bahwa kedua negara telah menandatangani MoU tentang Pembentukan Dialog Kerja Sama Perdagangan guna menatausahakan pertemuan menteri perdagangan Korea–Tiongkok secara berkala, serta MoU tentang Penguatan Kerja Sama Kawasan Industri untuk mendorong investasi antar kawasan industri dan memperkokoh kerja sama industri serta rantai pasok.
Dengan demikian, kedua negara sepakat membangun saluran komunikasi antarpemerintah yang bersifat tetap dan konsisten, mencakup perdagangan, investasi, dan rantai pasok, serta kerja sama dengan negara ketiga dan kerja sama multilateral.
Kementerian Perindustrian, Perdagangan, dan Sumber Daya menyatakan bahwa pertemuan tingkat menteri pertama dijadwalkan akan digelar pada paruh pertama tahun ini.
Kedua negara juga menandatangani MoU tentang Kerja Sama UMKM dan Inovasi untuk memperluas kerja sama di bidang usaha kecil dan menengah ke sektor ventura, rintisan (startup), dan inovasi, serta MoU tentang Kerja Sama Teknologi Digital guna memperkuat kolaborasi dalam ekonomi digital.
Kedua negara turut menandatangani MoU tentang Kerja Sama Lingkungan dan Iklim untuk memperluas cakupan kerja sama lingkungan dari yang berfokus pada kualitas udara hingga perubahan iklim, serta MoU tentang Kerja Sama Perlindungan Hak Anak dan Peningkatan Kesejahteraan guna bersama-sama menghadapi tantangan rendahnya angka kelahiran dan penuaan penduduk.
Kedua negara menandatangani MoU tentang Persyaratan Sanitasi Ekspor dan Impor Produk Perikanan Liar (tangkapan alam) serta MoU tentang Kerja Sama Keamanan Pangan guna memperluas cakupan ekspor produk perikanan tangkapan alam Korea. Langkah ini diperkirakan akan memperbaiki kondisi bagi perusahaan pangan Korea untuk memasuki pasar Tiongkok.
Selain itu, kedua negara juga menyepakati MoU tentang Pendalaman Kerja Sama di Bidang Kekayaan Intelektual untuk memperkuat perlindungan hak kekayaan intelektual dan meningkatkan daya saing perusahaan Korea yang berekspansi ke Tiongkok, serta MoU tentang Kerja Sama Timbal Balik dalam Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual di Perbatasan.
Sementara itu, bertepatan dengan pertemuan puncak kali ini, kedua pihak juga menandatangani kesepakatan untuk mendonasikan sepasang patung singa batu kepada Tiongkok. Artefak tersebut merupakan warisan budaya Tiongkok yang dibeli oleh Jeon Hyeong-pil di Jepang pada era 1930-an, dan akan dikembalikan ke Tiongkok sesuai dengan wasiatnya.
Kantor Kepresidenan menyatakan, "Donasi patung singa batu ini diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan sentimen persahabatan antara rakyat Korea dan Tiongkok."
kimhyelin211@korea.kr