Kebijakan

2025.11.12

Korea telah menetapkan target untuk mencapai netral karbon pada tahun 2050. Strategi yang diumumkan pada tahun 2020 tersebut merupakan tanggapan terhadap perubahan iklim yang diakibatkan oleh pemanasan global.

Salah satu kebijakan yang dibuat oleh pemerintah terkait target tersebut adalah menghentikan pengembangan batu bara dan meningkatkan persentase penggunaan energi bersih. Hal tersebut membuat satu persatu pembangkit listrik tenaga batu bara dan tambang batu bara di Korea ditutup.

Pemerintah Korea menetapkan Proyek Pengembangan Promosi Daerah Bekas Tambang di tiga lokasi untuk mengatasi pengurangan jumlah penduduk di wilayah bekas tambang. Kebijakan tersebut bertujuan untuk mengubah struktur industri sehingga memberikan nilai tambah bagi daerah setempat sekaligus menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat setempat.



Penulis: Lee Da Som

1. Fasilitas pembuatan metanol bersih di Kota Taebaek, Provinsi Gangwon


Foto di atas menunjukkan panorama Tambang Batu Bara Jangseong yang terletak di Kota Taebaek, Provinsi Gangwon. (Pemerintah Provinsi Taebaek)

Foto di atas menunjukkan panorama Tambang Batu Bara Jangseong yang terletak di Kota Taebaek, Provinsi Gangwon. (Pemerintah Provinsi Taebaek)


Kota Taebaek adalah kota percontohan metanol bersih yang ditetapkan oleh Komisi Presiden untuk Netralitas Karbon dan Pertumbuhan Hijau. Metanol bersih adalah bahan bakar rendah karbon yang diproduksi dengan menggunakan biomassa, bioenergi, dan energi terbarukan.

Tujuan dari penetapan Taebaek sebagai kota percontohan adalah untuk memproduksi metanol bersih yang mampu berkontribusi terhadap netralitas karbon dengan menggunakan sumber daya setempat, seperti hutan dan energi terbarukan.

Fasilitas pembuatan metanol bersih adalah proyek berbiaya total 354 miliar won untuk mengubah wajah lahan bekas Tambang Batu Bara Jangseong seluas 200 ㎡ yang ditutup pada bulan Juli 2024.

Pemerintah kota berencana untuk mampu memproduksi metanol bersih sebanyak 22.000 ton per tahun hingga tahun 2028. Proyek kota percontohan tersebut telah lolos studi kelayakan awal oleh Kementerian Ekonomi dan Keuangan pada bulan Agustus 2025.

Proyek ini diharapkan akan memberikan hasil nyata terhadap perekonomian daerah, lapangan kerja daerah, dan populasi penduduk.


2. Klaster industri medis berbasis akselerator partikel karbon di Kota Samcheok, Provinsi Gangwon


Foto di atas menunjukkan panorama Tambang Batu Bara Dogye yang terletak di Kota Samcheok, Provinsi Gangwon. (Pemerintah Kota Samcheok)

Foto di atas menunjukkan panorama Tambang Batu Bara Dogye yang terletak di Kota Samcheok, Provinsi Gangwon. (Pemerintah Kota Samcheok)


Pemerintah Kota Samcheok saat ini tengah menjalankan proyek pembangunan klaster industri medis berbasis akselerator partikel ion setelah Tambang Batu Bara Dogye ditutup pada bulan Juni 2025.

Akselerator partikel ion adalah alat penting dalam pengobatan partikel ion yang mampu menghancurkan sel-sel kanker dengan mengunakan partikel ion berat, seperti karbon.

Pengobatan ini dianggap sebagai pengobatan terbaik untuk kanker karena mampu meminimalkan efek samping dan memaksimalkan proses pengobatan kanker yang sulit untuk diobati.

Pembangunan klaster industri medis berbasis akselerator partikel ion di Dogye-eup seluas 120.000 ㎡ diperkirakan akan selesai pada tahun 2029 mendatang.

Klaster tersebut akan berisi pusat pengobatan kanker dengan akselerator partikel ion, pusat pelatihan dan pendidikan pakar terbaik, rumah sakit perawatan premium, serta fasilitas tempat tinggal untuk pasien dan keluarganya.

Melalui proyek tersebut, pemkot berusaha mengubah struktur industri kota yang tadinya berpusat pada pertambangan menjadi kota layanan medis yang bernilai tambah.

Samcheok diharapkan akan mampu memperkuat kapasitasnya dalam bidang medis dengan membangun struktur industri yang berkelanjutan, mengembangkan ekonomi kawasan, dan membangun layanan medis yang seimbang.


3. Kompleks pertanian pintar dan industri pertanian berbasis bioteknologi di Hwasun-gun, Provinsi Jeollanam

Foto di atas menunjukkan panorama Tambang Batu Bara Hwasun yang terletak di Hwasun-gun, Provinsi Jeollanam. (Pemerintah Hwasun-gun)

Foto di atas menunjukkan panorama Tambang Batu Bara Hwasun yang terletak di Hwasun-gun, Provinsi Jeollanam. (Pemerintah Hwasun-gun)


Tambang Batu Bara Hwasun memegang peranan penting dalam perekonomian daerah saat Korea tumbuh sangat pesat pada tahun 1970 hingga 1980an. Tambang tersebut ditutup pada bulan Juni 2023 karena kebijakan pemerintah yang mendorong perubahan penggunaan energi ke energi bersih.

Hwasun-gun saat ini sedang membangun kompleks pertanian pintar serta kompleks pertanian berbasis bioteknologi dan produk makanan yang direncanakan akan selesai pada tahun 2028 mendatang. Langkah ini diambil untuk menyelesaikan masalah penyusutan jumlah penduduk dan stagnasi perekonomian daerah akibat penutupan tambang batu bara.

Pemerintah pusat mengucurkan dana sebesar 70 miliar won untuk membantu pemerintah daerah Hwasun-gun dalam membangun kompleks yang menelan anggaran proyek sebesar total 357,9 miliar won tersebut.

Pemda mendorong transformasi kota dari kota pertambangan di masa lalu menjadi kota industri inovatif dan pariwisata masa depan. Hal ini diharapkan akan memberikan efek positif bagi Hwasun-gun melalui pencetakan lapangan kerja baru, pertumbuhan ekonomi daerah, perbaikan kondisi lingkungan, serta pertumbuhan daerah yang berkelanjutan.


dlektha0319@korea.kr

konten yang terkait