Menteri Perindustrian, Perdagangan, dan Sumber Daya Ah Dukgeun mengungkapkan kunci penting kebijakan kerja sama energi dalam Forum Inovasi Energi yang digelar tanggal 18 April 2025 di Hotel Grand Hyatt Seoul, Yongsan-gu, Kota Seoul.
Penulis: Yoon Sojung
Foto: AMCHAM
Menteri Perindustrian, Perdagangan, dan Sumber Daya Ahn Dukgeun mengungkapkan bahwa kemakmuran berkelanjutan akan bisa diwujudkan melalui pereratan kerja sama dalam bidang energi antara dengan Amerika Serikat.
AMCHAM (Kamar Dagang Amerika di Korea) menggelar Forum Inovasi Energi bertema "Kesempatan Kemitraan Korea-AS" pada tanggal 18 April 2025 di Hotel Grand Hyatt Seoul, Yongsan-gu, Kota Seoul.
Dalam forum itu, Menteri Ahn berkata, "Saat ini keamanan dan pasokan energi menjadi hal yang sangat penting di seluruh dunia sehingga hal ini menjadi kesempatan kita untuk mewujudkan kemakmuran berkelanjutan melalui pereratan kerja sama bilateral dalam bidang energi."
Menteri Ahn menjelaskan, "Permintaan energi saat ini terus meningkat di seluruh dunia akibat perluasan penggunaan AI (kecerdasan buatan), pusat data, serta industri semikondukstor. Oleh karena itu, tujuan utama dari kebijakan energi setiap negara adalah pembentukan sistem jaringan suplai energi yang tidak mudah tergoncang oleh masalah apa pun."
Menteri Ahn kemudian menjelaskan mengenai industri baru dalam bidang energi unggul yang saat ini dimiliki oleh Korea, seperti SMR (reaktor modular kecil), hidrogen, baterai, materi tenaga, dan mesin.
Menteri Ahn juga menambahkan bahwa ia menantikan kerja sama bilateral berarah masa depan dalam berbagai bidang, seperti energi bersih, jaringan suplai, dan keamanan energi.
CEO AMCHAM James Kim menekankan bahwa kerja sama energi antara Korea dan AS dapat berkontribusi pada pengeratan kerja sama strategis dan perluasan investasi kedua belah pihak.
Kim mengungkapkan, "Korea dan AS sedang menyambut kesempatan penting untuk mengubah penggunaan energi global dengan menggunakan solusi energi berkelanjutan."
Gubernur Alaska Mike Dunleavy mengatakan bahwa kerja sama bilateral jangka panjang sangat penting dengan berlandaskan pada kedekatan secara geografis, nilai kebersamaan, serta kepercayaan satu sama lain.
Kim menekankan peran Alaska sebagai mitra energi yang bertanggung jawab di wilayah regional Korea dan Asia-Pasifik melalui proyek LNG Alaska.
Setelah ceramah utama selesai, diskusi dilanjutkan melalui dialog dalam bidang energi, seperti gas alam, pembangkit listrik tenaga angin lepas pantai, pusat data AI, dan bahan bakar.
Para tamu undangan mengungkapkan bahwa keadaan yang saling menguntungkan bisa tercapai melalui kerja sama bilateral dalam bidang energi, misalnya melalui investasi berkelanjutan dan penciptaan lapangan kerja baru.
Forum hari itu digelar untuk mencari kesempatan kerja sama baru dalam industri energi. Forum tersebut dihadiri oleh para ahli, pejabat negara, serta petinggi perusahaan dari Korea maupun AS.
CEO AMCHAM James Kim menekankan pentingnya penguatan kerja sama dan investasi dalam Forum Inovasi Energi yang digelar tanggal 18 April 2025 di Hotel Grand Hyatt Seoul, Yongsan-gu, Kota Seoul.
arete@korea.kr